Cedera Tangan Henderson Usai Rayakan Kemenangan, Operasi Jadi Opsi
Baca dalam 60 detik
- Jordan Henderson diprediksi menjalani operasi pergelangan tangan setelah cedera saat merayakan kemenangan Inggris atas Meksiko.
- Insiden terjadi di Stadion Azteca saat pemain Brentford itu jatuh ke papan iklan, membuatnya dilarikan ke rumah sakit.
- Kehilangan Henderson bisa mengubah komposisi lini tengah Inggris di sisa Piala Dunia 2026.

Gelandang timnas Inggris, Jordan Henderson, terancam absen di sisa turnamen Piala Dunia 2026 setelah mengalami cedera pergelangan tangan yang serius. Insiden terjadi saat ia merayakan gol kemenangan atas Meksiko di babak 16 besar, Senin (15/6) waktu setempat. Pemain berusia 36 tahun itu jatuh dengan posisi tangan tidak wajar saat melompati papan iklan di Stadion Azteca, dan harus meninggalkan lapangan dengan tandu.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, mengonfirmasi bahwa cedera Henderson cukup parah dan memerlukan penanganan medis intensif. "Jordan jatuh dan melukai pergelangan tangannya. Kondisinya terlihat sangat buruk," ujar Tuchel kepada BBC One setelah pertandingan yang berakhir 3-2 untuk Inggris. "Ini cedera yang cukup serius dan sangat tidak pas dengan malam kemenangan kami. Dokter mengatakan dia sekarang di rumah sakit."
Henderson langsung dilarikan ke rumah sakit di Mexico City ditemani oleh staf pendukung timnas Inggris. Ia tidak ikut kembali ke markas tim di Kansas City, Amerika Serikat. Meski demikian, gelandang Brentford itu dikabarkan ingin tetap bersama skuad selama tim masih bertanding di Amerika Serikat.
Cedera ini menjadi pukulan bagi Inggris yang tengah menikmati performa impresif di turnamen. Henderson, yang dikenal sebagai pemain berpengalaman dan pemimpin di lapangan, menjadi bagian penting skema Tuchel. Kehilangannya bisa memaksa pelatih asal Jerman itu merombak lini tengah, terutama dalam hal distribusi bola dan pengalaman di laga-laga krusial.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, situasi ini mengingatkan pada pentingnya manajemen risiko cedera pada pemain kunci di turnamen besar. Timnas Indonesia sendiri pernah mengalami nasib serupa saat kehilangan pemain inti akibat cedera di momen krusial. Kasus Henderson bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub di Liga 1 yang kerap mengirim pemainnya ke turnamen internasional: perlunya protokol keamanan dan asuransi yang memadai.
Pertanyaan besarnya, akankah Inggris mampu mempertahankan momentum tanpa Henderson? Atau justru cedera ini membuka peluang bagi pemain lain untuk bersinar? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa hari ke depan saat Inggris bersiap menghadapi perempat final.



