Safety Car Kembali Jadi Kontroversi: British GP Berakhir Kacau, Leclerc Menang
Baca dalam 60 detik
- Charles Leclerc memenangi British Grand Prix yang kacau setelah safety car memicu kebingungan di lap akhir, mengingatkan pada kontroversi Abu Dhabi 2021.
- Kimi Antonelli kehilangan kemenangan akibat masalah kemudi, membuat persaingan gelar juara F1 semakin ketat dengan George Russell hanya tertinggal 25 poin.
- Ferrari menunjukkan peningkatan performa mengejutkan di Silverstone, namun masih waspada untuk menjadi penantang konsisten Mercedes.

Safety car kembali menjadi pusat perhatian di akhir balapan Formula 1 yang kacau, kali ini di British Grand Prix, Minggu (7/7). Charles Leclerc dari Ferrari keluar sebagai pemenang setelah serangkaian insiden dan kebingungan prosedur safety car membuat balapan berakhir anti-klimaks, mengingatkan pada kontroversi Abu Dhabi 2021 yang merampas gelar kedelapan Lewis Hamilton.
Balapan di Sirkuit Silverstone berjalan dramatis sejak lap-lap akhir. Kimi Antonelli, pembalap Mercedes yang memimpin klasemen, tampak akan menyalip Leclerc setelah pit stop lebih awal. Namun, masalah kemudi membuatnya harus pit dua kali dan jatuh ke posisi kesembilan, bahkan akhirnya kehilangan poin akibat penalti melebihi batas lintasan. Kejadian ini membuka peluang bagi Leclerc yang memimpin hingga safety car keluar setelah Max Verstappen mengalami kecelakaan hebat di lap ke-48.
Kebingungan terjadi saat pesan di layar waktu menunjukkan safety car akan masuk, tetapi kemudian dibatalkan. Ini mengingatkan pada kesalahan Michael Masi di Abu Dhabi yang memicu perubahan aturan. Namun, kali ini FIA mempertahankan safety car hingga akhir, membuat balapan berakhir di belakang mobil pengaman. Bos Mercedes Toto Wolff, yang menjadi korban di 2021, justru mendukung keputusan tersebut. "Lebih baik ini terjadi sekarang daripada di 2021. Olahraga harus mengikuti aturan, bukan sebaliknya," ujarnya.
Hasil akhir menempatkan Leclerc di podium pertama, diikuti George Russell dan Lewis Hamilton. Bagi Russell, hasil ini memangkas jarak poin dengan Antonelli menjadi 25 poin, dari sebelumnya 43. Jika Antonelli menang, selisihnya bisa melebihi 50 poin. "Saya pikir selisih 25 poin cukup adil. Dia memang lebih baik musim ini," kata Russell. Sementara itu, Hamilton enggan mengungkit masa lalu, hanya mengatakan setuju dengan pernyataan Russell.
Ferrari, yang sebelumnya mengaku tertinggal 0,5-0,6 detik per lap dari Mercedes, tampil kompetitif di Silverstone. Lewis Hamilton menyebut performa ini "fenomenal" dan tak terduga. Namun, pimpinan tim Frederic Vasseur dan Leclerc tetap hati-hati. "Terlalu dini untuk bicara soal konsistensi. Kami perlu menganalisis kenapa performa kami melonjak drastis," ujar Leclerc. Sementara Antonelli, meski kecewa, tetap optimistis. "Kami menunjukkan kecepatan. Api semangat semakin membara untuk tampil lebih baik," katanya.
Kontroversi safety car ini kembali memicu perdebatan tentang aturan balapan. Russell menilai bahwa menyudahi balapan di belakang safety car adalah keputusan yang tepat, meski mengurangi tontonan. "Jika Anda lihat statistik, balapan yang berakhir dengan safety car sebenarnya jarang terjadi. Ini hanya nasib buruk," ujarnya. Ke depan, FIA akan menyelidiki kesalahan perangkat lunak yang menyebabkan pesan keliru di layar waktu. Pertanyaannya, apakah regulasi safety car perlu direvisi lagi untuk menghindari kebingungan serupa di masa depan?



