Sarri Bungkam soal Kontroversi Hapoel Tel-Aviv: 'Tanya Saya Secara Pribadi'
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Atalanta, Maurizio Sarri, menolak berkomentar terbuka soal kontroversi laga melawan Hapoel Tel-Aviv, memilih menanggapinya secara pribadi.
- Pertandingan play-off Conference League itu akan diawasi ketat dengan pengamanan ekstra dan larangan atribut politik di stadion.
- Atalanta harus mewaspadai kekuatan Hapoel yang dianggap lebih baik dari perkiraan, sementara beberapa pemain kunci masih cedera.

Pelatih Atalanta, Maurizio Sarri, memilih bungkam saat ditanya mengenai kontroversi laga play-off Conference League melawan Hapoel Tel-Aviv. Ia menegaskan bahwa sebagai profesional, dirinya hanya fokus meraih kemenangan, namun enggan mengungkapkan pandangan pribadinya di depan publik.
Pertandingan leg pertama akan berlangsung di New Balance Arena, Bergamo, Kamis (20/2) pukul 19.30 waktu setempat. Laga ini menjadi sorotan karena melibatkan klub asal Israel di tengah konflik yang masih berlangsung. Sekitar seribu suporter tamu diperkirakan hadir, memaksa pihak keamanan meningkatkan pengawasan secara signifikan.
Langkah pengamanan ekstra akan diterapkan, termasuk pemeriksaan ketat bagi semua yang memasuki stadion. Pihak penyelenggara juga melarang tegas atribut atau spanduk bernuansa politik, terutama yang berkaitan dengan Palestina, untuk mencegah potensi kericuhan. Meski demikian, aksi protes tetap dijadwalkan berlangsung di Bergamo pada pukul 17.00 waktu setempat.
Sarri, yang dikenal blak-blakan, kali ini memilih bersikap diplomatis. Dalam konferensi pers, ia menyatakan, "Saya di sini sebagai perwakilan klub, dan sebagai profesional, saya harus menghadapi setiap pertandingan dengan tujuan meraih kemenangan. Jika Anda ingin tahu pandangan pribadi saya, tanyakan secara pribadi." Pernyataan ini muncul di tengah desakan agar klub-klub Israel dilarang berkompetisi di turnamen UEFA, serupa dengan sanksi yang dijatuhkan kepada tim-tim Rusia.
Sarri juga mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan Hapoel Tel-Aviv. Menurutnya, tim asal Israel itu memiliki serangan balik yang berbahaya dan lebih baik dari perkiraan banyak orang. "Mereka tim yang tangguh, dengan serangan balik mematikan di babak kualifikasi. Lebih baik dari yang orang kira," ujarnya. Ia juga menyoroti catatan buruk klub-klub Italia di babak kualifikasi, sehingga persiapan matang diperlukan.
Dari sisi skuad, Atalanta masih belum bisa memainkan Charles De Ketelaere dan Honest Ahanor yang cedera pramusim. Keduanya diharapkan pulih untuk laga pembuka Serie A akhir pekan ini melawan Sassuolo. Sementara Kamaldeen Sulemana dipastikan absen lebih lama, sekitar dua bulan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, laga ini menarik karena menunjukkan bagaimana isu geopolitik merembet ke dunia olahraga. Keputusan UEFA untuk mengizinkan klub Israel berlaga, di tengah konflik, menjadi perdebatan hangat. Di Indonesia, yang memiliki solidaritas kuat terhadap Palestina, pertandingan semacam ini kerap memicu reaksi publik. Namun, sikap Sarri yang memisahkan urusan profesional dan pribadi bisa menjadi pelajaran tentang netralitas dalam olahraga.
Ke depannya, pertanyaan besar adalah apakah UEFA akan mengubah kebijakannya terhadap klub-klub Israel, mengingat tekanan politik yang semakin kuat. Atalanta sendiri harus fokus meraih hasil positif di leg pertama untuk mengamankan langkah ke fase grup. Mampukah mereka menembus pertahanan Hapoel yang solid? Atau justru kejutan akan terjadi di Bergamo?



