Keajaiban Wimbledon: Petenis Inggris Peringkat 114 Tembus Semifinal
Baca dalam 60 detik
- Arthur Fery, wildcard Inggris peringkat 114, mengalahkan unggulan kesembilan Flavio Cobolli untuk mencapai semifinal Wimbledon.
- Kemenangan ini menjadikannya wildcard pertama dalam 25 tahun yang lolos ke semifinal putra, sekaligus memastikan posisinya sebagai petenis nomor satu Inggris.
- Fery akan menghadapi juara Prancis Terbuka Alexander Zverev, dengan hadiah uang ยฃ900.000 yang mengubah kariernya.

Arthur Fery, petenis Inggris berusia 23 tahun yang sebelumnya hanya memenangi dua pertandingan Grand Slam, mencatat sejarah di Wimbledon dengan mengalahkan petenis Italia peringkat 10 dunia, Flavio Cobolli, dalam tiga set langsung: 6-4, 7-6 (7-4), 6-0. Kemenangan ini mengantarkannya ke semifinal, menjadikannya wildcard pertama yang mencapai babak tersebut sejak Goran Ivanisevic pada 2001โyang kemudian menjadi juara.
Fery, yang saat ini menempati peringkat 114 dunia, tampil luar biasa di hadapan 15.000 penonton di Centre Court. Ia hanya butuh 18 bulan untuk naik dari peringkat di luar 500 besar ke panggung utama Wimbledon, setelah pulih dari cedera stres tulang di lengan. Kini, ia dipastikan menjadi petenis nomor satu Inggris dan akan naik ke peringkat 36 dunia, hanya empat langkah dari status unggulan di AS Terbuka.
Kemenangan ini juga membawa hadiah uang sebesar ยฃ900.000, lebih dari dua kali lipat total pendapatan kariernya sebelumnya yang sekitar ยฃ650.000. Bagi Fery, yang tumbuh tidak jauh dari All England Club, pencapaian ini terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. "Saya hanya mencoba menikmati setiap momen," ujarnya usai pertandingan.
Di semifinal, Jumat mendatang, Fery akan menghadapi juara Prancis Terbuka 2024, Alexander Zverev. Zverev, unggulan keempat, dianggap sebagai favorit, namun performa Fery yang konsisten dan dukungan penuh penonton tuan rumah bisa menjadi faktor penentu. Pertandingan ini akan menjadi ujian terbesar bagi Fery, yang belum pernah menghadapi pemain sekaliber Zverev di lapangan rumput.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, kisah Fery mengingatkan pada perjalanan petenis Asia seperti Kei Nishikori yang juga naik dari peringkat rendah menjadi bintang. Wimbledon selalu menjadi ajang kejutan, dan Fery membuktikan bahwa peringkat bukanlah segalanya. Akankah ia mengikuti jejak Ivanisevic sebagai juara wildcard? Ataukah Zverev akan menghentikan lajunya? Semua akan terjawab dalam beberapa hari ke depan.



