Djokovic Lolos ke Semifinal Wimbledon Usai Laga 5 Jam 15 Menit, Tantang Sinner
Baca dalam 60 detik
- Novak Djokovic menaklukkan Felix Auger-Aliassime dalam pertandingan perempatfinal Wimbledon terpanjang sepanjang sejarah, dengan durasi 5 jam 15 menit.
- Kemenangan ini mengantarkan Djokovic ke semifinal kedelapan berturut-turut di Wimbledon, memecahkan rekor Roger Federer.
- Djokovic akan berhadapan dengan petenis nomor satu dunia Jannik Sinner di semifinal, menambah persaingan sengit keduanya.

Novak Djokovic memastikan tempatnya di semifinal Wimbledon untuk kedelapan kalinya secara beruntun setelah menundukkan Felix Auger-Aliassime dalam pertarungan lima set yang berlangsung selama 5 jam 15 menit, Selasa (7/7) waktu setempat. Laga perempatfinal ini menjadi yang terpanjang dalam sejarah turnamen tenis bergengsi di All England Club tersebut.
Unggulan ketujuh asal Serbia itu menang dengan skor 7-6(10), 3-6, 6-3, 6-7(4), 7-6(10-4) dalam sebuah pertandingan yang penuh ketegangan dan drama. Djokovic, yang kini berusia 39 tahun, berhasil melewati rekor Roger Federer sebagai petenis dengan kemenangan terbanyak di Wimbledon (106 kemenangan) pada babak sebelumnya, dan kini juga menjadi petenis pertama yang mencapai semifinal delapan kali berturut-turut di turnamen ini.
โSaya menang dengan raket dan hati yang besar,โ ujar Djokovic usai pertandingan. Ia menambahkan bahwa kunci kemenangan adalah pengelolaan saraf dan tekanan ekstrem yang dirasakan dalam pertandingan seperti ini. โMenjelang akhir, pertandingan bisa dimenangkan siapa saja. Skor sangat ketat sepanjang laga, termasuk dalam super tiebreak di set kelima.โ
Djokovic mengakui bahwa momen-momen seperti inilah yang membuatnya masih bermain tenis. โSaya berharap ini adalah final, sehingga saya tidak perlu khawatir tentang kondisi tubuh besok. Tapi saya senang bisa menang,โ katanya. Pertandingan ini menjadi ujian ketahanan fisik dan mental, di mana kedua pemain saling bergantian mendominasi.
Setelah kalah di set pertama melalui tiebreak yang ketat, Auger-Aliassime bangkit dan memenangkan set kedua berkat double fault dari Djokovic. Namun, penutupan atap Centre Court pada pukul 19.40 waktu setempat sempat memicu protes dari Djokovic. Ia kemudian berhasil menenangkan diri dan memenangkan set ketiga dengan pukulan yang lebih bersih. Auger-Aliassime, yang frustrasi hingga memukul kursinya dengan raket, berjuang keras dan memaksakan set kelima setelah memenangkan tiebreak di set keempat.
Set kelima berjalan ketat tanpa ada break hingga 12 game, sebelum Djokovic menggunakan pengalamannya di super tiebreak untuk mengunci kemenangan. Penonton yang memadati Centre Court memberikan tepuk tangan meriah setelah pertandingan usai. โSaya menyuruh anak-anak saya tidur setelah set keempat, tapi mereka tidak mau mendengarkan. Saya senang mereka begadang, karena ini adalah salah satu pertandingan terbaik yang pernah saya mainkan di lapangan ini,โ ujar Djokovic.
Kemenangan ini membawa Djokovic ke semifinal melawan Jannik Sinner, petenis nomor satu dunia yang juga juara bertahan Wimbledon. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi babak baru dalam persaingan sengit keduanya. Djokovic, yang mengejar gelar kedelapan Wimbledon untuk menyamai rekor Federer dan gelar Grand Slam ke-25 untuk melampaui Margaret Court, mengaku akan fokus pada pemulihan. โIni hanya semifinal lain bagi saya. Saya akan melihat angka-angka itu setelah pensiun. Sekarang, ini semua bisnis. Saya harus pulih dan menghadapi pemain terbaik di dunia dalam beberapa hari,โ katanya.
Pertandingan Djokovic vs Sinner di semifinal Wimbledon tentu akan menjadi sorotan utama. Akankah Djokovic mampu melanjutkan dominasinya di All England Club, atau Sinner akan mempertahankan mahkotanya? Jawabannya akan segera diketahui.



