Manav Suthar Pamer Aksi Spinner Kelas Dunia, India Bungkam Sri Lanka di Galle
Baca dalam 60 detik
- India menang 165 run atas Sri Lanka di Galle, berkat enam wicket Manav Suthar di inning kedua.
- Kemenangan ini memberi India keunggulan 1-0 di seri dua pertandingan, sekaligus memperingati Test ke-600 mereka.
- Sri Lanka sempat memberi perlawanan lewat Dhananjaya de Silva dan Sonal Dinusha, namun tak mampu menahan gempuran spin India.

GALLE โ Manav Suthar menjadi bintang kemenangan India atas Sri Lanka pada Test pertama di Galle, Rabu (19/8). Tangan kirinya yang mematikan merobek pertahanan tuan rumah, memastikan kemenangan telak 165 run sekaligus memberi keunggulan 1-0 di seri dua pertandingan. Kemenangan ini juga menjadi hadiah manis bagi India di laga bersejarah ke-600 mereka.
Sri Lanka, yang memulai hari terakhir dengan skor 84-4, sebenarnya punya peluang untuk bertahan. Mereka butuh 372 run untuk menang, atau setidaknya bertahan selama dua sesi untuk mengamankan hasil imbang. Namun, Suthar yang baru tampil di Test keduanya, tampil luar biasa dengan memungut enam wicket di inning kedua, melengkapi total 10 wicket dalam pertandingan.
Perlawanan terakhir Sri Lanka datang dari kapten Dhananjaya de Silva (59) dan Sonal Dinusha (84). Duet mereka membangun kemitraan 95 run untuk wicket kelima, sempat membuat India khawatir. Namun, Ravindra Jadeja memecah kemitraan itu, dan setelah de Silva gagal mengeksekusi sweep shot-nya, jalan menuju kemenangan India terbuka lebar.
Suthar, yang nyaris mencetak hat-trick, justru mencatatkan tiga wicket dalam satu over yang sama. Ia menggagalkan upaya Dinusha untuk mencetak seratus keduanya di pertandingan ini, lalu menyingkirkan Prabath Jayasuriya dan Lahiru Kumara secara beruntun. Keshara Nuwantha menjadi korban terakhirnya, memastikan India menang sebelum hujan turun di Galle.
Bagi penggemar kriket di Indonesia, kemenangan ini menegaskan dominasi India di kancah Asia Selatan, yang kerap menjadi barometer kekuatan tim-tim Asia. Meski kriket belum sepopuler di Indonesia, perkembangan olahraga ini di kawasan dapat menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda tanah air yang mulai melirik kriket sebagai cabang olahraga potensial.
Keberhasilan Suthar, yang baru berusia 24 tahun, juga menjadi bukti bahwa regenerasi pemain di India berjalan mulus. Ia tampil percaya diri di panggung internasional, menunjukkan bahwa bakat muda mampu bersinar di momen-momen krusial. Ini menjadi pelajaran berharga bagi pengembangan olahraga di Indonesia, di mana pembinaan atlet muda seringkali menjadi tantangan tersendiri.
Dengan kemenangan ini, India mengamankan posisi di puncak klasemen sementara seri. Namun, Sri Lanka dipastikan akan bangkit di Test kedua di Kolombo. Pertanyaannya, mampukah tuan rumah memperbaiki performa dan menyamakan kedudukan? Atau akankah India semakin perkasa dan menuntaskan sapu bersih? Kita tunggu saja aksi mereka di Kolombo.



