Meksiko Andalkan Kolektivitas untuk Hadapi Inggris di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Javier Aguirre menekankan bahwa kekuatan utama Meksiko bukan pada individu, melainkan pada semangat tim yang mengutamakan kebersamaan.
- Meksiko akan menghadapi Inggris yang diperkuat Harry Kane, dengan strategi pertahanan kolektif untuk meredam pergerakan sang kapten.
- Raul Jimenez, yang berpengalaman di Premier League, menjadi andalan lini depan namun tetap rendah hati dalam skuad.

Menjelang laga sengit melawan Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2026, pelatih Meksiko Javier Aguirre justru tidak menyoroti faktor kandang atau rekor positif, melainkan menekankan satu hal: kerendahan hati dan kebersamaan tim. Menurutnya, semangat kolektif inilah yang menjadi senjata utama El Tri untuk menaklukkan skuad asuhan Thomas Tuchel di Stadion Azteca, Minggu (5/7/2026).
Aguirre, yang kembali menukangi Meksiko setelah sebelumnya sukses di era 2000-an, mengakui bahwa Inggris adalah lawan tangguh dengan fisik kuat dan kualitas teknis mumpuni. Namun, ia percaya bahwa timnya memiliki keunggulan lain yang tidak bisa diukur dari statistik semata. โKami memilih pemain yang tidak mengutamakan bakat individu, tetapi menempatkannya untuk kepentingan tim. Mereka meninggalkan ego dan rendah hati,โ ujar Aguirre dalam konferensi pers, Sabtu (4/7/2026).
Pernyataan Aguirre tersebut menjadi cermin dari pendekatan yang ia bangun sejak awal turnamen. Alih-alih mengandalkan satu atau dua bintang, Meksiko tampil sebagai unit yang kompak dan disiplin. Hal ini terlihat dari perjalanan mereka di fase grup yang berhasil melewati lawan-lawan berat seperti Argentina dan Polandia.
Fokus utama Meksiko tentu saja meredam pergerakan Harry Kane, kapten Inggris yang menjadi mesin gol utama timnya. Aguirre menyebut Kane sebagai pemain kelas dunia yang membutuhkan perhatian kolektif, bukan hanya dari bek tengah. โKami akan berusaha membuatnya tidak nyaman saat ia turun untuk menerima bola, selalu ada pemain yang menempel agar ia tidak bisa menciptakan peluang,โ tegasnya.
Di sisi lain, lini depan Meksiko akan mengandalkan Raul Jimenez, striker veteran yang sudah malang melintang di Premier League. Meski mengenal banyak pemain Inggris, Jimenez mengaku tidak melakukan kontak khusus dengan mereka sebelum laga. โSaya tidak mengirim pesan, karena tidak terlalu kenal dekat. Hanya bertukar jersey dengan beberapa pemain, itu saja,โ katanya. Jimenez menegaskan bahwa pertandingan ini membutuhkan fokus penuh dari menit pertama hingga akhir.
Kedalaman skuad Meksiko juga menjadi sorotan. Aguirre tidak hanya memuji kemampuan teknis Jimenez, tetapi juga sikapnya yang rendah hati dan mau berkorban untuk tim. โDia adalah bagian dari grup, membantu seperti anggota grup, dan tidak bersikap seperti bintang,โ puji Aguirre. Filosofi ini sejalan dengan apa yang ia terapkan sejak awal: tidak ada pemain yang lebih penting dari tim.
Bagi Meksiko, laga melawan Inggris bukan sekadar pertandingan biasa. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung sendiri di Azteca memberikan tekanan tersendiri, namun juga menjadi motivasi ekstra. Aguirre yakin bahwa kekompakan yang telah terbangun akan menjadi pembeda. โKomitmen itu terlihat di setiap pertandingan, seberapa penuh kami berinvestasi. Saya sangat senang menjadi bagian dari ini,โ ujar Jimenez menambahkan.
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan ketat. Inggris datang dengan skuad penuh bintang dan ambisi besar, sementara Meksiko mengandalkan semangat kolektif dan dukungan suporter. Pertanyaannya, akankah kerendahan hati dan kebersamaan cukup untuk mengalahkan kekuatan individu dan fisik Inggris? Jawabannya akan terungkap di lapangan hijau Azteca.



