Perburuan Kolo Muani Memanas: Juventus Terancam Kalah Saing dari Klub Premier League
Baca dalam 60 detik
- Juventus kesulitan mendatangkan Randal Kolo Muani secara permanen karena keterbatasan finansial akibat gagal lolos ke Liga Champions.
- Crystal Palace dan Aston Villa siap menawar lebih tinggi dari tawaran Juventus yang mencapai โฌ40 juta, sementara PSG mulai kehilangan kesabaran.
- Persaingan transfer ini menjadi cerminan dominasi finansial Premier League yang kerap mengalahkan klub-klub elite Eropa lainnya.

Rencana Juventus untuk merekrut penyerang Paris Saint-Germain, Randal Kolo Muani, secara permanen mulai menemui jalan terjal. Klub asal Turin itu terancam kehilangan pemain incarannya karena dua klub Premier League, Crystal Palace dan Aston Villa, dikabarkan siap menawarkan dana lebih besar.
Menurut laporan Footmercato, Juventus sebenarnya sudah lama mengincar Kolo Muani. Pemain internasional Prancis itu sempat dipinjamkan ke Tottenham Hotspur pada paruh kedua musim 2024/2025 setelah masa peminjaman sebelumnya di Juventus berakhir tanpa kesepakatan permanen. Namun, petualangan di London Utara juga tidak membuahkan hasil, sehingga PSG kembali membuka pintu bagi kepergiannya.
Juventus berupaya mengajukan skema peminjaman dengan kewajiban membeli sebesar โฌ40 juta. Namun, kegagalan mereka lolos ke Liga Champions musim depan membuat daya tawar finansial klub menurun drastis. Tanpa pendapatan dari kompetisi elit Eropa, Juventus kesulitan memenuhi permintaan PSG yang mulai mendesak.
Di sisi lain, Crystal Palace dan Aston Villa tidak hanya unggul dari segi finansial, tetapi juga mampu menawarkan proyek jangka panjang yang menarik. Kedua klub Premier League itu dipandang lebih stabil secara ekonomi dan memiliki daya tarik kompetitif di liga terketat di dunia. Borussia Dortmund juga disebut-sebut ikut memantau situasi, menambah panjang daftar peminat.
PSG sendiri awalnya bersedia menunggu Juventus menyelesaikan negosiasi, mengingat keinginan pemain untuk kembali ke Italia. Namun, sikap itu mulai berubah seiring lambatnya perkembangan. Jika Juventus tidak segera mengambil keputusan, bukan tidak mungkin PSG akan menerima tawaran dari klub lain yang lebih menguntungkan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan transfer ini menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan finansial Premier League mampu menggeser dominasi klub-klub tradisional Eropa seperti Juventus. Di tengah maraknya investasi klub-klub Inggris, klub Serie A harus pintar-pintar mencari celah agar tidak tertinggal. Pertanyaan besarnya, akankah Juventus mampu mempertahankan daya saingnya di bursa transfer, atau justru semakin terpinggirkan oleh derasnya aliran dana dari Inggris?



