Polisi Bentengi Hotel Timnas Inggris: Suporter Meksiko Gagal Gempur dengan Petasan
Baca dalam 60 detik
- Aparat bersenjata lengkap membentuk barikade di sekitar hotel Inggris setelah suporter Meksiko berniat mengusik tidur pemain dengan musik dan kembang api.
- Upaya gangguan ini dipicu oleh keluhan Ekuador ke FIFA atas aksi serupa yang mengganggu istirahat mereka sebelum tersingkir.
- Pelatih Thomas Tuchel menepis kekhawatiran, menyebut sambutan di Meksiko justru lebih bersahabat dari dugaan.

Polisi antihuru-hara bersiaga di sekitar hotel tempat skuad Inggris menginap di Kota Meksiko, setelah sekelompok suporter tuan rumah berupaya membangunkan para pemain dengan alunan musik dan dentuman petasan pada malam menjelang laga babak 16 besar Piala Dunia. Aksi tersebut berhasil digagalkan aparat yang membentuk barikade dan memukul mundur para pendukung yang mendekat.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan puluhan suporter Meksiko bernyanyi, memainkan musik keras, dan menyalakan kembang api di jalan tak jauh dari hotel. Namun, menurut sumber internal timnas Inggris, gangguan itu tidak berdampak signifikan terhadap kondisi pemain. Polisi berseragam lengkap terus berjaga di sekeliling hotel, dan setiap orang yang mencoba mendekat langsung dihalau.
Peningkatan pengamanan ini tidak lepas dari insiden sebelumnya. Pekan lalu, Ekuador—yang baru saja dikalahkan Meksiko 2-0 di babak 32 besar—melaporkan keluhan kebisingan ke FIFA. Suporter Meksiko saat itu menggunakan pengeras suara, sepeda motor, dan terompet untuk mengacaukan istirahat pemain Ekuador. Langkah serupa kini diantisipasi lebih ketat.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, justru meremehkan kekhawatiran akan perlakuan kurang menyenangkan di Meksiko. Dalam konferensi pers, ia menyatakan bahwa sambutan yang diterima timnya "lebih baik dari yang dibayangkan" dan para suporter tuan rumah bersikap "ramah serta penuh hormat." Pernyataan ini kontras dengan ketegangan yang terlihat di luar hotel, di mana para pemain disambut campuran sorak dan cemoohan saat berangkat latihan pada Sabtu (29/6) dengan pengawalan superketat.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pertandingan ini menyajikan tontonan menarik: Inggris yang tengah dalam performa apik di bawah Tuchel harus menghadapi tekanan atmosfer Stadion Azteca yang legendaris. Meksiko, sebagai tuan rumah bersama, mengandalkan dukungan fanatik publiknya untuk mengintimidasi lawan. Namun, insiden gangguan tidur ini justru bisa menjadi bumerang jika tim tamu tetap tampil fokus dan memanfaatkan soliditas pertahanan yang telah dibangun.
Ke depan, FIFA kemungkinan akan memperketat aturan terkait gangguan terhadap tim lawan, terutama jika aksi serupa terus terulang. Pertanyaan besarnya: akankah Inggris mampu mengatasi tekanan di kandang lawan dan melaju ke perempat final, atau justru Meksiko yang akan memanfaatkan semangat patriotisme untuk membuat kejutan?



