Pertahanan Kokoh Jadi Andalan Prancis Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Prancis mencatatkan tiga cleansheet dalam lima laga Piala Dunia 2026, menjadikan lini belakang sebagai fondasi utama perjalanan mereka.
- Kemenangan 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar menunjukkan soliditas duet Saliba-Upamecano yang mampu meredam agresivitas lawan.
- Ujian sesungguhnya menanti saat Les Bleus berhadapan dengan Maroko di perempat final, yang akan menguji ketangguhan pertahanan mereka.

Prancis kembali membuktikan bahwa kekuatan mereka tidak hanya terletak pada lini serang yang gemilang. Dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026, Les Bleus sukses mengalahkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 di Philadelphia, sekaligus mencatatkan cleansheet ketiga mereka di turnamen ini. Pertahanan yang kokoh menjadi kunci keberhasilan tim asuhan Didier Deschamps untuk terus melaju.
Sepanjang pertandingan, Paraguay nyaris tidak mampu menembus pertahanan Prancis yang dikawal oleh William Saliba, Dayot Upamecano, Lucas Digne, dan Jules Kounde. Meskipun Paraguay mengandalkan fisik dan tekanan tinggi, lini belakang Prancis tampil disiplin dan tenang. Kiper Mike Maignan bahkan nyaris tidak melakukan penyelamatan berarti, menunjukkan dominasi pertahanan Prancis sepanjang laga.
Bek tengah William Saliba mengungkapkan bahwa pelatih telah memperingatkan mereka tentang gaya bermain agresif Paraguay. "Pelatih menunjukkan video dan menjelaskan bahwa mereka akan bermain keras, melakukan pelanggaran, dan mencoba memprovokasi. Kami harus tetap fokus, karena jika terbawa emosi, kami akan kehilangan arah," ujar Saliba kepada FIFA. Ia menambahkan bahwa kemenangan seperti ini justru membangun karakter tim.
Gelandang serang Ryan Cherki yang masuk sebagai pemain pengganti menekankan pentingnya pertandingan fisik seperti ini. "Pertandingan ini mengingatkan semua orang bahwa Prancis tidak hanya bisa bermain cantik, tetapi juga siap bertarung secara fisik," kata Cherki. Hal ini menjadi modal berharga menjelang laga-laga berat ke depan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Prancis ini memberikan gambaran bahwa kesuksesan di turnamen besar tidak hanya ditentukan oleh bakat individu di lini depan, tetapi juga oleh organisasi pertahanan yang solid. Timnas Indonesia yang tengah membangun skuad untuk masa depan bisa belajar dari konsistensi lini belakang Prancis yang jarang kebobolan.
"Kami siap bertarung. Kami tidak kebobolan, meraih cleansheet lain, dan kemenangan lain. Semoga kami bisa mempertahankan ini." โ William Saliba
Kini Prancis menghadapi tantangan terbesar di perempat final: Maroko. Tim asuhan Walid Regragui telah menunjukkan permainan agresif dan terorganisir sepanjang turnamen. Pertahanan Prancis akan diuji oleh kecepatan sayap Maroko serta kemampuan duel udara para pemainnya. Pertandingan yang akan digelar di Boston pada 9 Juli ini diprediksi berlangsung ketat.
Jika Prancis mampu kembali menjaga cleansheet, bukan tidak mungkin mereka akan menjadi kandidat kuat juara. Namun, jika lini belakang mulai goyah, Maroko siap memanfaatkan celah. Pertanyaannya, akankah soliditas pertahanan Prancis bertahan menghadapi tekanan yang lebih besar?



