KLH Tunggu Api Padam untuk Usut Tuntas Kebakaran TPA Jatiwaringin
Baca dalam 60 detik
- Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang, menghanguskan 15 hektare lahan dan diduga dipicu gas metana akibat suhu ekstrem.
- Kementerian Lingkungan Hidup baru akan melakukan investigasi penyebab kebakaran setelah proses pemadaman dinyatakan rampung.
- Penanganan kebakaran melibatkan metode darat dan udara, termasuk water bombing dan injeksi untuk memadamkan api di bawah permukaan sampah.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memastikan penyelidikan penyebab kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, baru akan dimulai setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan. Langkah ini diambil karena prioritas saat ini adalah pengendalian kebakaran yang telah melalap area seluas 15 hektare.
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH, Rizal Irawan, menegaskan bahwa timnya belum bisa melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) selama proses pemadaman masih berlangsung. "Kita sekarang fokusnya adalah pemadaman dan pencegahan penyebaran. Enggak mungkin juga saya olah TKP di sini nyari penyebab, enggak mungkin sekarang," ujarnya pada Sabtu (4/7).
Setelah kondisi dinyatakan aman, KLH akan menurunkan tim penegakan hukum untuk melakukan investigasi menyeluruh. Rizal menambahkan, "Nanti upaya-upaya penegakan hukum kita lihat setelah proses pemadamannya selesai. Baru kita akan turun lagi tim ke sini."
Kebakaran yang terjadi sejak beberapa hari lalu ini diduga dipicu oleh suhu udara ekstrem selama musim kemarau. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa tumpukan sampah yang telah bertahun-tahun mengandung gas metana rentan terbakar ketika terkena panas berlebih. "Tumpukan sampah itu yang sudah bertahun-tahun mengandung gas metana. Apabila sudah panas yang ekstrem, maka gas itu bisa menjadi api," kata Taufik.
Hingga Sabtu (4/7), petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api melalui berbagai cara. Selain armada pemadam kebakaran dan alat berat, helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau titik api dari udara. Personel Manggala Agni juga menerapkan metode injeksi guna memadamkan api yang berada di bawah permukaan timbunan sampah.
Kebakaran TPA menjadi perhatian serius karena selain merusak lingkungan, asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan warga sekitar. KLH berjanji akan mengusut tuntas penyebab kebakaran untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Pertanyaan yang mengemuka adalah apakah regulasi pengelolaan sampah di TPA sudah cukup ketat untuk mengantisipasi risiko kebakaran akibat akumulasi gas metana?



