Setahun Gagal, MU Kini Nego Lagi untuk Baleba: Harga Turun Drastis
Baca dalam 60 detik
- Setelah gagal tahun lalu karena banderol £100 juta, Manchester United kembali memburu Carlos Baleba dengan tawaran awal £60 juta.
- Penurunan harga sejalan dengan menurunnya performa gelandang Kamerun itu di musim 2025-26, yang hanya menjadi starter dalam 23 laga Premier League.
- Jika kesepakatan terwujud, Baleba akan menjadi rekrutan ketiga di lini tengah MU setelah Andrey Santos dan Youri Tielemans, namun cedera pergelangan kaki bisa menunda debutnya.

Manchester United akhirnya kembali membuka negosiasi dengan Brighton & Hove Albion untuk mengamankan jasa gelandang asal Kamerun, Carlos Baleba. Langkah ini diambil setelah pada bursa musim panas lalu tawaran mereka ditolak mentah-mentah karena Brighton mematok harga selangit, lebih dari £100 juta. Kini, dengan sisa waktu bursa yang kian menipis, Setan Merah mencoba peruntungan lagi dengan tawaran awal senilai £60 juta.
Ketertarikan MU sebenarnya bukan hal baru. Pada musim panas 2025, mereka sempat mencoba mendekati Baleba di hari-hari terakhir bursa, namun mundur setelah mengetahui banderol yang diminta Brighton. Kini, setelah gagal mendapatkan Matheus Fernandes, MU memutuskan untuk kembali mengarahkan radar ke pemain berusia 22 tahun tersebut. Meski tawaran pertama masih di bawah ekspektasi Brighton, kedua klub dikabarkan masih terus berkomunikasi.
Langkah ini dinilai masuk akal oleh sejumlah pengamat. Baleba adalah tipe gelandang box-to-box yang justru tidak dimiliki MU saat ini, meski mereka sudah mendatangkan Andrey Santos dari Chelsea (£48 juta) dan Youri Tielemans dari Aston Villa (£35 juta). Kehadiran Baleba diharapkan bisa memberi dimensi baru di lini tengah, terutama dalam transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Namun, ada catatan besar: performa Baleba musim lalu mengalami penurunan signifikan.
Pada musim 2024-25, Baleba tampil impresif dengan 31 starter dan 3 pengganti di Premier League. Namun musim berikutnya, menit bermainnya menyusut drastis menjadi 23 starter dan 8 pengganti. Penurunan ini menjadi alasan utama mengapa harga pasarnya turun. Meski begitu, MU tampaknya percaya bahwa Baleba masih bisa kembali ke performa terbaiknya, seperti yang pernah ditunjukkannya dua musim lalu.
Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa penurunan performa Baleba disebabkan oleh ketidakstabilan mental setelah gagal pindah ke Old Trafford. Namun, sumber internal Brighton membantah anggapan tersebut. Mereka menilai Baleba tetap profesional meski sempat dikaitkan dengan kepindahan. Kini, dengan peluang pindah yang kembali terbuka, Baleba dikabarkan sangat antusias untuk bergabung dengan MU.
Namun, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian: cedera. Baleba saat ini sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami cedera pergelangan kaki saat kamp pelatihan di Austria. Ia diperkirakan akan absen selama dua hingga tiga minggu ke depan. Ini berarti jika transfer jadi, ia tidak akan langsung tersedia untuk laga-laga awal musim. Situasi ini tentu menjadi pertimbangan bagi pelatih MU, yang mungkin harus bersabar menunggu kebugarannya.
Bagi Brighton, kehilangan Baleba tentu bukan kabar baik. Mereka akan kehilangan salah satu gelandang bertahan terbaiknya, yang juga menjadi andalan di lini tengah. Namun, dengan harga yang ditawarkan MU, Brighton bisa mendapatkan keuntungan finansial yang besar untuk memperkuat skuad lainnya. Apalagi, Brighton juga akan tampil di kompetisi Eropa musim ini, sehingga mereka membutuhkan kedalaman skuad yang memadai.
Di Indonesia, kabar ini menarik untuk disimak, terutama bagi para penggemar MU yang cukup banyak di tanah air. Transfer ini bisa menjadi sinyal bahwa MU serius membangun kembali lini tengahnya setelah beberapa musim terakhir dianggap kurang solid. Kehadiran pemain sekaliber Baleba, yang masih muda dan memiliki potensi besar, bisa menjadi investasi jangka panjang yang menjanjikan.
Namun, pertanyaan besarnya adalah: apakah MU akan berani menaikkan tawaran untuk memenuhi permintaan Brighton? Dengan tenggat waktu bursa yang semakin dekat, keputusan harus segera diambil. Jika gagal lagi, MU mungkin harus mencari alternatif lain. Namun, jika berhasil, ini akan menjadi pernyataan ambisi yang kuat dari klub asal Manchester tersebut.



