Pengejaran Pelaku Penyerangan Polisi di Katingan: Satu Lagi Tersangka Dibekuk
Baca dalam 60 detik
- Tim gabungan Polda Kalteng dan Polres Katingan menangkap tersangka baru berinisial R terkait penyerangan yang menewaskan tiga anggota polisi.
- Penangkapan ini merupakan pengembangan dari penyidikan sebelumnya, dengan tersangka lain masih dalam pengejaran.
- Insiden bermula dari penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei yang berujung pada perlawanan bersenjata tajam.

Tim gabungan Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah dan Polres Katingan kembali meringkus seorang pria berinisial R yang diduga terlibat dalam penyerangan brutal terhadap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan. Peristiwa yang terjadi saat penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, itu menewaskan tiga anggota polisi.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengonfirmasi penangkapan tersebut di Palangka Raya, Minggu (5/7). Menurutnya, R ditangkap sebagai hasil pengembangan penyidikan setelah tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku sebelumnya. "Benar, kami berhasil mengamankan seorang pria berinisial R yang diduga juga terlibat dalam kasus penyerangan anggota kami di Katingan," ujar Dodik.
Penyidik kini masih mendalami peran spesifik R dalam insiden yang menewaskan dua personel Polres Katingan tersebut. "Saat ini terduga pelaku masih dimintai keterangan dan masih dalam rangka pengembangan," tambahnya. Dodik menegaskan bahwa pengejaran terhadap terduga pelaku lain terus dilakukan tanpa henti.
Sebelumnya, polisi juga telah menangkap pria berinisial S alias A yang diduga terlibat dalam penyerangan yang sama. Kepala Polda Kalimantan Tengah Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan mengonfirmasi penangkapan S pada Jumat pekan lalu. "Benar, berdasarkan informasi dari tim yang berada di lapangan, tim gabungan berhasil mengamankan satu terduga pelaku," katanya. S ditangkap di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.
Insiden bermula saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Kamis (2/7) dini hari. Operasi yang berlangsung di tengah malam itu mendapat perlawanan sengit dari sekelompok orang yang membawa senjata tajam. Dalam baku hantam tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur di lokasi kejadian. Sementara itu, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto dilaporkan hilang dan kemudian ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan.
Kasus ini menyoroti risiko tinggi yang dihadapi aparat penegak hukum dalam memberantas peredaran narkoba di daerah terpencil. Katingan, yang dikenal dengan medan sulit dan akses terbatas, kerap menjadi lokasi operasi rawan. Masyarakat berharap penegakan hukum berjalan tuntas dan pelaku dihukum seberat-beratnya. Tim gabungan berkomitmen untuk terus memburu pelaku lain hingga seluruh jaringan terungkap.



