Pemuda 18 Tahun di Lumajang Tega Habisi Nyawa Pacar, Mayat Korban Dibiarkan Telanjang
Baca dalam 60 detik
- Seorang pemuda berinisial RA (18) ditangkap polisi setelah diduga membunuh kekasihnya, MTA (22), di Lumajang, Jawa Timur.
- Pelaku sempat berpura-pura minta tolong kepada tetangga korban, namun polisi mencium kejanggalan dan menangkapnya.
- Korban dipukul dengan kayu, dicekik, dan mulutnya disumpal; pelaku kemudian melucuti pakaian korban untuk mengaburkan motif pembunuhan.

Seorang pemuda berusia 18 tahun berinisial RA harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah diduga membunuh kekasihnya, MTA (22), di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Peristiwa ini terungkap setelah RA secara sengaja melapor kepada tetangga korban bahwa ia tidak bisa menghubungi MTA, dan meminta mereka untuk mengecek keadaan di rumah korban.
Diana, anggota keluarga korban, mengungkapkan bahwa tetangga yang dimintai tolong oleh RA menemukan MTA sudah tidak bernyawa di kamarnya. "Saat dicek ternyata sudah meninggal, posisinya tanpa busana di kamarnya," ujar Diana, Minggu (5/7). Penemuan jasad yang tidak wajar ini langsung dilaporkan ke polisi.
Polisi yang melakukan penyelidikan awal mencium sejumlah kejanggalan. Alih-alih menjadi pelapor yang berduka, RA justru menunjukkan sikap yang mencurigakan. Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Ari Aulia, menyatakan bahwa pihaknya segera mengamankan RA di kediamannya untuk dimintai keterangan. Dari hasil interogasi, RA akhirnya mengakui perbuatannya.
Menurut AKP Ari, RA menggunakan kayu sebagai benda tumpul untuk memukul korban. Setelah korban tak sadarkan diri, pelaku menyumpal mulut MTA dengan kain dan menjerat lehernya menggunakan celana jins milik korban sendiri. "Korban dipukul kayu oleh pelaku, serta mulut disumpal dan leher dijerat dengan celana jin milik korban," jelas AKP Ari.
Yang lebih mengerikan, setelah memastikan korban meninggal, RA dengan sengaja melucuti seluruh pakaian MTA. Tindakan ini diduga untuk menciptakan skenario seolah-olah korban menjadi korban pemerkosaan oleh orang tak dikenal. Namun, polisi berhasil menguak rekayasa tersebut.
Keluarga korban mengaku syok dan tidak menyangka bahwa kekasih MTA sendiri yang menjadi pelaku. Diana menambahkan bahwa RA sebelumnya sering terlihat akrab dengan korban. "Tidak ada tanda-tanda sebelumnya. Mereka terlihat baik-baik saja," ungkapnya.
Polisi saat ini masih mendalami motif di balik pembunuhan tersebut. AKP Ari menyebutkan bahwa pemeriksaan psikologis terhadap pelaku akan dilakukan untuk mengungkap latar belakang kejadian. "Kami ingin tahu apa yang mendorong RA melakukan tindakan keji ini terhadap pacarnya sendiri," ucapnya.
Kasus ini menjadi pengingat akan bahaya kekerasan dalam hubungan pacaran yang kerap tidak terdeteksi. Para ahli menilai pentingnya edukasi mengenai relasi sehat dan deteksi dini tanda-tanda kekerasan. Ke depan, masyarakat diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku di lingkungan sekitar, terutama yang melibatkan pasangan muda.



