Gunma Passport Ludes dalam Sehari, Jepang Beralih ke Sistem Undian
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Prefektur Gunma mengubah sistem aplikasi booklet 'Gunma Passport' dari siapa cepat dia dapat menjadi undian setelah lonjakan akses membuat server kewalahan.
- Booklet gratis yang dirilis 1 Mei ini langsung habis 10.000 eksemplar dalam sehari, memicu cetak ulang dan kini total 20.000 eksemplar akan didistribusikan melalui undian.
- Fenomena ini menunjukkan kekuatan branding daerah yang unik, di mana Gunma dijuluki 'Kekaisaran Gunma' di media sosial, menciptakan daya tarik wisata baru.

Pemerintah Prefektur Gunma, Jepang, memutuskan mengubah mekanisme distribusi booklet promosi wisata 'Gunma Passport' dari sistem siapa cepat dia dapat menjadi undian. Keputusan ini diambil setelah lonjakan akses secara online membuat server aplikasi sempat down saat pendaftaran dibuka kembali akhir Juni lalu.
Booklet gratis yang diluncurkan pada 1 Mei dengan slogan 'Anda akan semakin mencintai Prefektur Gunma' ini ternyata menuai popularitas di luar dugaan. Cetakan perdana sebanyak 10.000 eksemplar ludes hanya dalam sehari, memaksa pemerintah daerah melakukan cetak ulang. Namun, antusiasme yang terus melonjak membuat sistem pendaftaran berbasis urutan waktu tidak lagi efektif.
Gubernur Gunma, Ichita Yamamoto, dalam konferensi pers pada 12 Mei mengungkapkan bahwa booklet ini memiliki fitur khas, seperti desain yang memuaskan saat dipegang dan stempel rally yang memungkinkan pengunjung mengumpulkan stempel asli dari 35 kotamadya di Gunma. "Kami juga memanfaatkan citra unik daerah yang dijuluki 'Kekaisaran Gunma' di media sosial, jadi kami pikir orang mungkin perlu paspor untuk masuk ke kekaisaran," ujarnya.
Julukan 'Kekaisaran Gunma' sendiri muncul secara satir di media sosial, terinspirasi dari pemandangan di perbatasan prefektur yang dianggap mirip gerbang menuju tanah tak terjamah. Strategi branding yang cerdik ini berhasil menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pendaftaran undian akan dibuka mulai 9 Juli pukul 08.30 hingga 15 Juli pukul 12.00 melalui akun Line resmi prefektur. Hasil undian akan diumumkan secara individu pada 17 Juli. Distribusi kepada pemenang dimulai pada 18 Juli di kantor pusat prefektur, dan pada 21 Juli di kantor perwakilan Gunma di Tokyo dan Osaka. Pemerintah prefektur juga akan memutuskan apakah perlu mencetak tambahan berdasarkan jumlah pendaftar.
Fenomena Gunma Passport ini memberikan pelajaran berharga bagi daerah-daerah di Indonesia yang ingin mempromosikan pariwisata. Branding yang unik dan memanfaatkan budaya populer, seperti julukan 'Kekaisaran Gunma', terbukti efektif menciptakan daya tarik. Di Indonesia, beberapa daerah telah mulai menggunakan pendekatan serupa, misalnya dengan julukan 'Kota Kreatif' atau 'Surga Kuliner', namun belum ada yang sepopuler Gunma.
Ke depannya, apakah strategi serupa dapat diterapkan di Indonesia? Dengan kekayaan budaya dan keunikan masing-masing daerah, bukan tidak mungkin booklet promosi seperti 'Paspor Nusantara' bisa menjadi tren baru. Namun, kesiapan infrastruktur digital dan sistem distribusi yang adil perlu menjadi perhatian agar tidak terjadi kekacauan seperti yang dialami Gunma.



