Malagò Buka Opsi: Tiga Skenario untuk Pelatih dan Direktur Teknis Timnas Italia
Baca dalam 60 detik
- Presiden FIGC Giovanni Malagò mengakui telah menyiapkan tiga kandidat alternatif untuk posisi pelatih dan direktur teknis Timnas Italia.
- Keputusan ini diambil di tengah tekanan waktu karena batas akhir pengumuman pekan depan dan tenggat stadion EURO 2032 pada 31 Juli.
- Langkah ini menjadi sinyal bahwa federasi tidak ingin terpaku pada nama-nama populer seperti Maldini atau Conte.

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Giovanni Malagò, menegaskan bahwa pihaknya memiliki tiga skenario berbeda untuk mengisi dua pos kunci di tubuh Timnas Italia: pelatih kepala dan direktur teknis. Pernyataan ini sekaligus meredam spekulasi yang selama ini mengaitkan jabatan tersebut hanya dengan beberapa nama besar.
Dalam wawancara terbarunya, Malagò mengakui bahwa federasi tidak bisa hanya bergantung pada satu atau dua kandidat. “Jangan terlalu terpaku pada nama-nama tertentu. Dalam situasi mendesak dengan tenggat yang ketat, kami butuh Plan A, Plan B, dan Plan C,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keputusan final untuk kedua posisi itu ditargetkan rampung pada akhir pekan depan.
Langkah ini merupakan bagian dari restrukturisasi internal FIGC pasca pemilihan presiden. Salah satu perubahan signifikan adalah pembentukan jabatan baru direktur teknis Club Italia, yang nantinya akan turut menentukan siapa yang layak menjadi pelatih timnas. Nama Paolo Maldini disebut-sebut sebagai kandidat utama untuk posisi direktur teknis, sementara kursi pelatih dikaitkan dengan Antonio Conte dan Roberto Mancini.
Namun, Malagò mengingatkan bahwa tidak ada jaminan Maldini dan Conte akan bekerja sama. “Saya tidak akan terpaku pada nama tertentu. Ada banyak kandidat di luar sana,” tegasnya. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa federasi membuka peluang bagi figur-figur lain yang mungkin tak banyak disebut media.
Di luar urusan pelatih, FIGC juga menghadapi tekanan waktu terkait persiapan EURO 2032. Italia dan Turkiye harus menyerahkan daftar final lima stadion tuan rumah pada 31 Juli mendatang. Malagò menyebut tenggat tersebut sebagai momentum positif. “Acara besar memaksa kita bergerak cepat. Ini kesempatan bagi Italia secara keseluruhan,” katanya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika ini menarik untuk dicermati. Italia, sebagai salah satu raksasa sepak bola Eropa, tengah berupaya bangkit setelah gagal lolos ke Piala Dunia 2022. Keputusan FIGC dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah strategis timnas, termasuk dalam regenerasi pemain dan gaya bermain. Pelajaran dari Italia bisa menjadi referensi bagi PSSI yang juga tengah merombak struktur kepelatihan timnas.
Dengan tiga skenario yang disiapkan, publik sepak bola Italia bertanya-tanya: akankah FIGC memilih figur berpengalaman seperti Conte atau Mancini, atau justru memberikan kejutan dengan nama baru? Jawabannya akan diketahui dalam waktu dekat.



