Nottingham Forest Beralih ke Marc Casado: Alternatif Lebih Murah dari Bergvall di Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Nottingham Forest dikabarkan kembali membuka negosiasi dengan Barcelona untuk gelandang Marc Casado, dengan banderol โฌ40 juta atau sekitar ยฃ35 juta.
- Casado dinilai lebih unggul secara statistik dibanding Lucas Bergvall, termasuk akurasi umpan 91% dan 1,3 peluang per 90 menit, dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
- Kedatangan Casado dapat menjadi solusi strategis bagi Forest untuk memperkuat lini tengah setelah kepergian Elliot Anderson, sekaligus menambah kedalaman skuad asuhan Oliver Glasner.

Nottingham Forest dilaporkan siap menghidupkan kembali perburuan gelandang Barcelona, Marc Casado, sebagai alternatif yang lebih ekonomis ketimbang Lucas Bergvall dari Tottenham Hotspur. Langkah ini muncul di tengah kebutuhan mendesak The Reds untuk menambal lubang di lini tengah setelah kepergian Elliot Anderson ke Manchester City dengan nilai transfer fantastis.
Sejak ditangani Oliver Glasner, pendekatan Forest di bursa transfer musim panas ini berubah lebih terukur. Manajer asal Austria itu tidak lagi sekadar boros, melainkan selektif dalam memilih pemain yang sesuai dengan filosofinya. Kehadiran Ousmane Diomande, Xaver Schlager, dan Steven Benda menjadi bukti awal perubahan tersebut. Namun, dengan hanya beberapa pekan tersisa sebelum jendela transfer ditutup, prioritas utama kini tertuju pada sektor gelandang tengah.
Kepergian Elliot Anderson senilai ยฃ116 juta ke Manchester City meninggalkan kekosongan besar di lini tengah Forest. Meski James McAtee sempat dimainkan di posisi lebih dalam selama pramusim, manajemen klub menilai perlu tambahan amunisi untuk menjaga kompetitivitas tim. Nama Lucas Bergvall sempat mencuat, tetapi harga ยฃ60 juta yang dipatok Tottenham menjadi batu sandungan. Alhasil, Forest mengalihkan radar ke Camp Nou.
Menurut laporan media Spanyol, SPORT, Forest sebenarnya telah mengadakan pembicaraan dengan Barcelona mengenai Casado pada awal musim panas. Kini, mereka siap kembali duduk semeja. Namun, persaingan diprediksi ketat. Benfica dan Manchester United juga dikabarkan memantau situasi pemain berusia 22 tahun tersebut. Barcelona sendiri disebut bersedia melepas produk La Masia itu dengan banderol sekitar โฌ40 juta (ยฃ35 juta), angka yang jauh lebih ramah di kantong dibanding tuntutan Tottenham.
Secara statistik, Casado tampil impresif. Ia mencatatkan rata-rata 75 umpan per pertandingan dengan tingkat keberhasilan 91%, angka yang menempatkannya di atas 90% pemain di lima liga top Eropa. Kemampuan kreasi peluangnya juga tak bisa diremehkan; ia menghasilkan 1,3 peluang per 90 menit, lebih baik dari Bergvall pada musim 2025/26. Tanpa bola pun, kontribusinya solid dengan 1,7 tekel dan 3,8 bola recovered per laga. Gaya bermain box-to-box yang dimilikinya dinilai cocok dengan kebutuhan taktik Glasner.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Forest ini menarik untuk disimak. Klub-klub Eropa kini semakin cerdas dalam membelanjakan uang, memilih pemain muda berbakat dengan harga wajar dibanding mengeluarkan dana besar untuk nama besar. Strategi ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang kerap tergoda membeli pemain mahal tanpa pertimbangan matang. Keberanian Forest mengambil risiko pada pemain muda seperti Casado menunjukkan bahwa kesabaran dan analisis mendalam bisa membawa hasil optimal.
Keputusan akhir masih menunggu perkembangan negosiasi. Apakah Forest mampu mengamankan tanda tangan Casado sebelum tenggat waktu? Atau justru akan tersalip oleh Manchester United atau Benfica? Satu hal yang pasti, lini tengah The Reds akan menjadi lebih hidup dengan kehadiran pemain sekaliber Casado, dan publik sepak bola Indonesia tentu menantikan aksinya di Premier League.



