Liverpool Siapkan Dana Rp2 Triliun untuk Rekrut Bintang Muda Maroko Ayyoub Bouaddi
Baca dalam 60 detik
- Liverpool kembali menggelar negosiasi dengan Lille untuk merekrut gelandang remaja Maroko, Ayyoub Bouaddi, yang banderolnya mencapai £100 juta.
- Bouaddi, yang bersinar di Piala Dunia 2026, dinilai sebagai partner ideal bagi Dominik Szoboszlai yang tengah kesepian di lini tengah The Reds.
- Kesepakatan bisa membuat Bouaddi tetap dipinjamkan ke Lille musim depan, namun Liverpool bertekad mengamankan talenta langka ini dari kejaran Arsenal dan Chelsea.

Liverpool dikabarkan kembali melakukan pembicaraan dengan LOSC Lille untuk mendatangkan gelandang remaja Maroko, Ayyoub Bouaddi, yang kini menjadi incaran banyak klub besar Eropa. The Reds siap menggelontorkan dana hingga £100 juta atau setara Rp2 triliun untuk mengamankan jasa pemain berusia 18 tahun yang tampil gemilang di Piala Dunia 2026 tersebut.
Kebutuhan Liverpool akan penyegaran di lini tengah semakin mendesak setelah performa lini kedua The Reds musim lalu dinilai kurang memuaskan. Florian Wirtz yang didatangkan dengan harga £116 juta dari Bayer Leverkusen belum mampu menunjukkan konsistensi, sementara Alexis Mac Allister dan Curtis Jones dikabarkan akan hengkang. Di tengah situasi itu, Dominik Szoboszlai justru tampil sebagai pemain terbaik Liverpool musim 2025/2026, meski harus bekerja ekstra keras tanpa dukungan optimal dari rekan setimnya.
Pelatih anyar Liverpool, Andoni Iraola, yang dikenal dengan gaya sepak bola cepat, diprediksi akan membutuhkan gelandang bertipe box-to-box seperti Bouaddi. Pemain Maroko itu memiliki kemampuan duel yang superior, dribel presisi, serta jangkauan lari yang luas—karakteristik yang langka pada usia semuda itu. Menurut analis sepak bola Asim Mahmood, Bouaddi diprediksi akan menjadi superstar, dan Liverpool tidak boleh membiarkannya bergabung dengan rival.
Meski belum mencatatkan kontribusi gol atau assist di Piala Dunia, Bouaddi justru menuai pujian berkat kemampuannya memenangkan bola dan memulai serangan. Gaya bermainnya yang lebih sebagai "silent assassin"—merampas bola dan membangun serangan dari belakang—dipandang ideal untuk membebaskan Szoboszlai bermain lebih ofensif. Dengan kehadiran Bouaddi, Szoboszlai bisa lebih fokus menjadi kreator utama tanpa harus terbebani tugas bertahan.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, perburuan Bouaddi menjadi menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa kini berani berinvestasi besar pada pemain muda asal Afrika. Maroko, yang sukses menembus semifinal Piala Dunia 2022, terus melahirkan talenta kelas dunia. Jika Liverpool berhasil mengamankan Bouaddi, ini akan menjadi sinyal bahwa pasar pemain Afrika semakin diperhitungkan, termasuk potensi pemain Indonesia di masa depan.
Kendala terbesar Liverpool adalah keinginan Lille agar Bouaddi bertahan di Ligue 1 musim depan meski kesepakatan transfer tercapai. Situasi ini tidak ideal, namun FSG—pemilik Liverpool—dinilai harus mengambil risiko demi mencegah Bouaddi bergabung dengan Arsenal atau Chelsea yang juga mengincarnya. Pertanyaannya, apakah Liverpool bersedia menunggu satu tahun untuk mendapatkan gelandang impian Szoboszlai, atau justru akan mencari alternatif lain di bursa transfer musim panas ini?



