Malam Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce Dihiasi Sindiran Gedung Putih
Baca dalam 60 detik
- Akun resmi Gedung Putih mengunggah gambar billboard pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce dengan tulisan 'Trump is your president' tak lama setelah pasangan itu mengumumkan pernikahan.
- Sindiran ini merupakan babak terbaru dari perseteruan panjang antara Donald Trump dan Taylor Swift yang dimulai sejak 2018 saat penyanyi itu mendukung lawan politik Trump.
- Momen ini bertepatan dengan perjalanan Trump ke Mount Rushmore untuk merayakan 250 tahun kemerdekaan AS, menunjukkan bagaimana hiburan dan politik kembali bertabrakan.

Malam pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce yang digelar di Madison Square Garden, New York, Jumat (3/7/2026) mendadak menjadi ajang saling sindir antara Gedung Putih dan penyanyi pop tersebut. Tak lama setelah pasangan itu mengumumkan pernikahan mereka melalui billboard raksasa bertuliskan 'JUST T MARRIED!', akun X resmi Gedung Putih mengunggah gambar yang sama namun dengan tulisan 'Trump is your president'. Caption yang menyertainya pun tak kalah provokatif: 'ITโS HAPPENED!!!'
Langkah ini jelas bukan sekadar ucapan selamat. Presiden AS Donald Trump, yang saat itu tengah dalam perjalanan menuju Mount Rushmore untuk memulai perayaan 250 tahun kemerdekaan AS, memanfaatkan momen tersebut untuk kembali menyerang Taylor Swift. Sebelumnya, Trump dan Swift telah terlibat perseteruan panjang yang dimulai sejak 2018, saat penyanyi itu mendukung kandidat Demokrat dalam pemilihan senat Tennessee dan menyebut lawannya sebagai 'Trump in a wig'.
Gedung Putih tak berhenti di satu unggahan. Akun resmi tersebut kemudian menambahkan gambar lain yang meniru poster tur Eras Tour Swift, namun mengganti foto penyanyi itu dengan gambar Trump bersama presiden AS sebelumnya, George Washington dan Abraham Lincoln. Caption 'Itโs been a long time comingโฆ' sengaja dipilih untuk menggemakan lirik lagu Swift yang terkait dengan tur tersebut. Ini menunjukkan bahwa serangan tersebut dirancang secara terencana, bukan sekadar reaksi spontan.
Bagi pengamat politik, tindakan Gedung Putih ini menunjukkan bagaimana Trump terus menggunakan platform resmi negara untuk menyerang lawan-lawannya, termasuk figur publik seperti Taylor Swift. Meskipun Swift dikenal sebagai salah satu artis paling berpengaruh di dunia, Trump tidak segan-segan menyerangnya secara terbuka. Pada puncak kampanye 2024, Trump bahkan menulis 'I HATE TAYLOR SWIFT!' di media sosial setelah Swift mendukung Kamala Harris. Namun, setelah pertunangan Swift dengan Kelce pada Agustus 2025, Trump sempat bersikap lebih lunak dengan mengatakan, 'Saya pikir dia pemain hebat, pria hebat, dan dia orang yang luar biasa, jadi saya doakan mereka beruntung.'
Konteks domestik Indonesia: Perseteruan antara pemimpin negara dengan selebritas seperti ini jarang terjadi di Indonesia, namun bisa menjadi pelajaran tentang bagaimana politik dan hiburan saling memengaruhi. Di era media sosial, pernyataan pemimpin negara dapat dengan cepat menjadi viral dan memengaruhi opini publik. Bagi penggemar Taylor Swift di Indonesia, insiden ini mungkin hanya menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan idola mereka, namun juga mengingatkan bahwa dukungan politik seorang artis bisa berakibat pada serangan balik dari lawan politiknya.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Trump akan terus menggunakan momen-momen pribadi seperti pernikahan Swift untuk kepentingan politiknya, atau apakah ini akan menjadi bumerang yang memperkuat dukungan publik terhadap penyanyi tersebut. Mengingat sejarah perseteruan mereka yang penuh pasang surut, publik dapat menantikan babak berikutnya dalam drama yang tak kunjung usai ini.



