Prabowo-Modi Disambut Ribuan Pelajar di Sleman, Dinas Pendidikan Bantah Iming-iming Uang
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo dan PM India Narendra Modi disambut ribuan siswa berseragam adat di Sleman saat menuju Candi Prambanan.
- Kepala Dinas Pendidikan Sleman menegaskan partisipasi siswa bersifat sukarela dan tanpa insentif, meski ada surat edaran mobilisasi.
- Kunjungan ini menjadi simbol penguatan hubungan bilateral Indonesia-India, dengan agenda peresmian proyek reservasi di kawasan Candi Prambanan.

Presiden Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi disambut antusias oleh ratusan pelajar SD dan SMP di kawasan Pangkalan TNI AU Adisutjipto, Sleman, Rabu (8/7) siang. Berbusana adat Jawa, mereka berdiri di bawah terik matahari sejak pukul 10.00 WIB, mengibarkan bendera merah-putih dan India, serta bersorak memanggil nama kepala negara.
Momen penyambutan itu berlangsung saat rombongan presiden melintas menuju Candi Prambanan. Prabowo terlihat berdiri dari sunroof mobil untuk menyapa warga dan para siswa yang memadati akses keluar VVIP. Kendaraan Modi berada tepat di depan mobil Prabowo, menandai kedekatan kedua pemimpin dalam kunjungan kerja tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, membantah adanya paksaan atau iming-iming uang bagi siswa yang ikut serta. Menurutnya, pihak sekolah hanya mengeluarkan surat edaran untuk mengondisikan anak-anak, bukan mewajibkan. "Tidak mewajibkan, tapi ini bagian dari partisipasi kenegaraan. Alhamdulillah responsnya positif," ujarnya di lokasi. Ia juga menepis isu insentif finansial yang sempat beredar. "Nggak ada, nggak ada," tegasnya.
Kegiatan penyambutan ini bertepatan dengan masa liburan sekolah, sehingga tidak mengganggu jam belajar. Mustadi mengaku belum menerima keluhan dari orang tua siswa. "Mungkin mereka sadar, ini presiden yang datang, kita sebagai rakyat," katanya. Rencananya, sekitar 500 siswa lainnya akan kembali menyambut kepulangan Prabowo di Bandara Adisutjipto pada kloter kedua.
Kunjungan Prabowo bersama Modi ke Candi Prambanan bukan sekadar seremoni. Proyek reservasi yang diresmikan merupakan bagian dari kerja sama bilateral Indonesia-India di bidang pariwisata dan kebudayaan. Candi Prambanan, sebagai warisan dunia UNESCO, menjadi simbol diplomasi lunak yang memperkuat hubungan kedua negara. Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan India, yang selama ini menjadi salah satu pasar potensial bagi sektor pariwisata Indonesia.
Bagi Indonesia, kehadiran Modi di Yogyakarta memberikan sinyal positif bagi investasi dan kerja sama ekonomi. India merupakan mitra strategis di kawasan, terutama dalam bidang infrastruktur, teknologi, dan pertahanan. Kunjungan ini diharapkan membuka peluang baru bagi pelaku usaha Indonesia, khususnya di sektor pariwisata dan perhotelan yang masih dalam masa pemulihan pascapandemi.
Di sisi lain, mobilisasi pelajar dalam penyambutan kepala negara kerap menuai pro-kontra. Beberapa kalangan menilai hal itu dapat mengganggu waktu istirahat anak-anak, meskipun dalam konteks ini berlangsung saat liburan. Namun, Dinas Pendidikan Sleman menegaskan tidak ada unsur paksaan. Pertanyaan yang muncul kemudian: sejauh mana partisipasi semacam ini dapat dianggap sebagai pendidikan kewarganegaraan, dan apakah perlu ada pedoman yang lebih jelas untuk menghindari potensi penyalahgunaan di masa depan?



