Ucapan Ultah Pernikahan Beckham Picu Ketegangan: Brooklyn Masuk Frame Meski Renggang
Baca dalam 60 detik
- Victoria dan David Beckham merayakan 27 tahun pernikahan dengan unggahan yang menyertakan foto Brooklyn, putra sulung yang telah memutuskan hubungan.
- Brooklyn sebelumnya mengeluarkan pernyataan enam halaman yang menuduh keluarga lebih mementingkan citra publik daripada hubungan pribadi.
- Konflik ini mencerminkan tantangan menjaga privasi di tengah sorotan media, relevan bagi publik Indonesia yang mengikuti dinamika selebritas global.

Victoria Beckham, mantan personel Spice Girls yang kini menjadi desainer, kembali menegaskan cintanya kepada suami, David Beckham, dalam unggahan peringatan 27 tahun pernikahan. Namun, momen romantis itu kembali memicu perbincangan karena tetap menyertakan putra sulung mereka, Brooklyn Beckham, yang sejak awal tahun secara terbuka menyatakan telah memutuskan hubungan dengan orang tuanya.
Dalam unggahan di Instagram pada Sabtu (4/7), Victoria menulis, “Setelah 27 tahun menikah, empat anak luar biasa, dan pakaian serasi yang tak terhitung jumlahnya, kau tetap segalanya bagiku.” Ia juga menyertakan foto dirinya mencium David. Sementara itu, David, mantan kapten timnas Inggris, membagikan kumpulan foto keluarga dengan keterangan yang menyebut pencapaian terbesar mereka adalah keluarga.
Unggahan ini muncul hanya beberapa bulan setelah Brooklyn, yang kini berusia 27 tahun, merilis pernyataan enam halaman pada Januari lalu. Dalam pernyataan itu, ia secara eksplisit mengatakan tidak ingin berdamai dengan keluarganya dan menuduh “Brand Beckham” lebih mengutamakan promosi dan dukungan komersial daripada hubungan kekeluargaan. “Saya tidak akan dikendalikan lagi,” tulis Brooklyn kala itu.
Menurut laporan The Sun, Brooklyn disebut tidak senang dengan unggahan orang tuanya yang terus menampilkan dirinya. Seorang sumber mengatakan, “Dia marah. Dia sudah meminta mereka untuk meninggalkannya sendiri, tapi mereka terus mempostingnya.” Sumber itu menambahkan bahwa hal tersebut hanya membuat luka lama kembali terbuka.
Konflik ini menjadi sorotan media global dan menunjukkan bagaimana tekanan publik serta tuntutan menjaga citra dapat merenggangkan hubungan keluarga, bahkan di kalangan selebritas papan atas. Bagi pembaca di Indonesia, dinamika ini relevan mengingat fenomena serupa kerap terjadi pada figur publik Tanah Air yang harus menyeimbangkan kehidupan pribadi dengan eksposur media.
Pakar hubungan keluarga dari Universitas Indonesia, Dr. Rini Hildayani, menilai bahwa konflik semacam ini seringkali dipicu oleh perbedaan ekspektasi antara generasi. “Anak dewasa muda seperti Brooklyn ingin otonomi dan privasi, sementara orang tua yang terbiasa hidup di depan publik mungkin menganggap keterbukaan sebagai hal wajar,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa mediasi profesional bisa menjadi jalan keluar, namun membutuhkan kemauan dari kedua belah pihak.
Ke depan, publik akan terus mengamati apakah keluarga Beckham mampu menjembatani perbedaan ini atau justru semakin menjauh. Pertanyaannya, mampukah “Brand Beckham” bertahan tanpa keterlibatan putra sulungnya?



