Setelah Tonali, Tottenham Incar Winger Brasil Eks Buruan Barcelona
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur menjadikan Savinho, winger Manchester City berusia 22 tahun, sebagai target utama setelah mendatangkan Sandro Tonali dengan rekor klub £100 juta.
- Savinho, yang sempat diminati Barcelona pada 2023, dinilai cocok dengan skema Roberto De Zerbi berkat kecepatan dan kemampuannya dalam duel satu lawan satu.
- Kendala terbesar bukan pada pemain, melainkan keputusan Man City untuk melepas aset muda yang masih memiliki potensi besar.

Tottenham Hotspur belum puas meski telah memecahkan rekor transfer klub dengan mendatangkan Sandro Tonali senilai £100 juta. Kini, lini serang menjadi fokus berikutnya, dan nama Savinho—winger muda Brasil milik Manchester City—muncul sebagai prioritas utama.
Menurut jurnalis transfer talkSPORT, Ben Jacobs, Spurs telah menempatkan Savinho di urutan teratas daftar belanja mereka. “Fokus utama mereka adalah Savinho,” ujar Jacobs. “Kita lihat apakah dewan Man City akan menyetujui kesepakatan itu atau tidak.” Pernyataan ini mengindikasikan bahwa tantangan terbesar bukan meyakinkan pemain, melainkan membujuk City agar melepas salah satu talenta mudanya yang menjanjikan.
Savinho bukan nama asing di kancah Eropa. Ia mencuat saat dipinjamkan ke Girona pada musim 2023, di mana performanya menarik perhatian Barcelona. Direktur olahraga Girona saat itu, Quique Cárcel, mengonfirmasi bahwa Deco—direktur Barcelona—telah menjajaki kemungkinan merekrutnya. Namun, City Football Group bergerak lebih cepat dengan membawanya ke Etihad melalui jalur grup klub mereka.
Meski menit bermainnya di City terbatas karena persaingan ketat, Pep Guardiola menyebut Savinho sebagai pemain sayap “kelas atas” berkat kecepatan, kemampuan menggiring bola, dan keberanian dalam duel satu lawan satu. Mantan pelatih City itu bahkan menilai ia berpotensi menjadi pemain elite jika mampu menambah kontribusi gol dan assist.
Gaya bermain Savinho dinilai cocok dengan filosofi Roberto De Zerbi. Ia unggul saat menerima bola di ruang terbuka, percaya diri menyerang bek sayap, dan memiliki akselerasi untuk meregangkan garis pertahanan. Kemampuannya menciptakan peluang bagi rekan setim maupun menusuk ke kotak penalti sendiri membuatnya menjadi ancaman dari kedua sisi sayap, meski penyelesaian akhir masih perlu diasah.
Bagi Tottenham, kehadiran Savinho akan memberikan dimensi baru di lini depan. Dibandingkan dengan Mohammed Kudus yang mengandalkan kekuatan dan ball-carrying, Savinho menawarkan kreativitas serupa dengan tambahan kelincahan dalam situasi satu lawan satu. Ia juga bisa meringankan beban Odobert, Tel, dan Kulusevski, sekaligus menambah variasi serangan yang sulit diprediksi lawan.
Namun, keputusan akhir ada di tangan Man City. Pelatih anyar City, Enzo Maresca, dikabarkan memiliki rencana untuk Savinho dan akan menilai skuadnya sebelum menentukan masa depan pemain Brasil tersebut. Jika City membuka pintu, baik melalui penjualan atau peminjaman, Tottenham siap menawarkan menit bermain reguler di Premier League dan peran sentral dalam proyek De Zerbi.
Dengan usia baru 22 tahun, Savinho masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Jika transfer ini terwujud, ia bisa menjadi salah satu winger paling menghibur di Premier League dalam beberapa tahun ke depan. Pertanyaannya, akankah City rela kehilangan aset berharga yang belum mencapai puncak performanya?



