Piala Dunia 2026: Kane dan Oyarzabal Meroket di FIFA Power Rankings
Baca dalam 60 detik
- Harry Kane melesat 21 peringkat ke posisi keempat setelah mencetak dua gol penentu kemenangan Inggris atas Kongo DR.
- Mikel Oyarzabal naik 63 tempat ke peringkat 13 berkat dua golnya ke gawang Austria, menebus cedera yang membuatnya absen di edisi 2022.
- Anthony Gordon melonjak 177 peringkat ke posisi 19 hanya dalam 29 menit bermain, dengan dua assist untuk Kane.

Babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang baru saja usai menyajikan kejutan dan performa individu gemilang. Sejumlah pemain mencatatkan lonjakan signifikan di FIFA Power Rankings, sistem penilaian berbasis data yang mengukur kontribusi pemain dalam tiga kategori: menyerang, kreativitas, dan bertahan. Kylian Mbappe masih memimpin kategori menyerang dengan skor rata-rata 8,60, sementara Michael Olise (8,31) unggul dalam kreativitas dan Rodri (7,50) terbaik dalam bertahan.
Harry Kane menjadi sorotan utama setelah memimpin kebangkitan Inggris melawan Kongo DR. Striker Tottenham itu mencetak dua gol dalam rentang 11 menit di babak kedua, termasuk gol kemenangan pada menit ke-86. Penampilan tersebut memberinya skor 8,60 dan mendorongnya naik 21 peringkat ke posisi keempat, hanya 0,03 poin di belakang Erling Haaland di peringkat ketiga. Ketajaman Kane di laga hidup-mati kembali menegaskan perannya sebagai ujung tombak andalan The Three Lions.
Sementara itu, Mikel Oyarzabal menebus kekecewaannya karena cedera yang membuatnya absen di Piala Dunia 2022. Pemain sayap Real Sociedad itu mencetak dua gol dalam kemenangan telak Spanyol atas Austria, mengantarnya naik 63 peringkat ke posisi ke-13. Sebelumnya, ia juga mencetak dua gol ke gawang Arab Saudi. Konsistensi Oyarzabal dalam pergerakan tanpa bola dan penyelesaian akhir yang klinis menjadi senjata utama La Roja di turnamen ini.
Lonjakan paling dramatis dicatatkan oleh Anthony Gordon. Pemain sayap Inggris itu hanya bermain 29 menit sebagai pemain pengganti melawan Kongo DR, namun berhasil memberikan dua assist untuk gol Kane. Gordon memecah lini tengah lawan sebanyak lima kali dan garis pertahanan tiga kali, dengan operan di sepertiga akhir lapangan menghasilkan lima peluang gol. Skor kreativitasnya mencapai 9,00, tertinggi di antara semua pemain pada babak 32 besar, dan ia melesat 177 peringkat ke posisi ke-19.
Dari kubu Spanyol, pemain muda Lamine Yamal juga mencuri perhatian. Winger Barcelona yang baru berusia 19 tahun itu mencatat skor kreativitas 8,30, hanya kalah dari Mbappe dan Olise di seluruh babak 32 besar. Ia naik 26 peringkat ke posisi keenam dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan. Sementara itu, bek tengah Pau Cubarsi mencatat skor bertahan 8,37, tertinggi kedua setelah William Saliba (8,80), dan naik 12 peringkat ke posisi ketiga di kategori bertahan.
Di lini pertahanan, bek Amerika Serikat Chris Richards tampil gemilang saat timnya bermain dengan 10 orang setelah Folarin Balogun dikartu merah. Richards memenangi duel udara dan darat, serta merebut bola sebanyak 10 kali. Penampilannya mengantarnya naik 21 peringkat ke posisi keenam. Sementara itu, Noussair Mazraoui dari Maroko naik 50 peringkat ke posisi ke-13 setelah mencatat skor bertahan tertinggi dalam pertandingan melawan Belanda (7,9).
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa para pemain ini bisa menjadi referensi dalam mengikuti perkembangan Piala Dunia 2026. Dengan sistem penilaian yang transparan, FIFA Power Rankings memberikan gambaran objektif tentang pemain mana yang benar-benar berpengaruh di lapangan. Turnamen ini juga menjadi ajang pembuktian bagi pemain muda seperti Yamal dan Cubarsi, yang bersaing untuk FIFA Young Player Award. Pertanyaan besarnya: akankah salah satu dari mereka mampu menggeser dominasi Mbappe di puncak peringkat?



