Arsenal Siap Bayar Klausul Rilis Gilberto Mora, Liverpool Terancam Ketinggalan
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan akan membayar penuh klausul rilis ยฃ18,4 juta untuk merekrut gelandang serang Meksiko Gilberto Mora, mengalahkan persaingan dengan Liverpool.
- Pemain berusia 17 tahun itu tampil impresif di Piala Dunia 2026 bersama Meksiko, termasuk mendapat pujian dari pelatih Inggris Thomas Tuchel.
- Keputusan Arsenal membayar klausul tanpa negosiasi menunjukkan urgensi klub dalam mengamankan talenta muda potensial di tengah persaingan ketat bursa transfer.

Arsenal dikabarkan siap mengaktifkan klausul rilis Gilberto Mora senilai ยฃ18,4 juta (sekitar Rp370 miliar) untuk mengamankan jasa gelandang serang muda Meksiko itu, sekaligus memenangkan persaingan dengan Liverpool yang juga memburu pemain berusia 17 tahun tersebut. Langkah cepat The Gunners ini menjadi sinyal bahwa klub asal London utara itu tidak ingin kehilangan talenta yang sudah mencuri perhatian di Piala Dunia 2026.
Mora, yang memperkuat Club Tijuana di Liga MX, tampil dalam empat dari lima pertandingan Meksiko di Piala Dunia sebelum timnya tersingkir di babak 16 besar oleh Inggris. Penampilannya di turnamen terbesar sepak bola itu mendapat pujian tinggi dari pelatih Inggris Thomas Tuchel. "Kami tidak terkejut, kami sudah melihat kualitasnya. Sangat mengesankan, dia pemain yang sangat muda dan berbakat. Dia tidak gugup di panggung terbesar. Dia pemain TOP," ujar Tuchel seperti dikutip media Meksiko.
Meski masih belia, Mora telah mencatatkan 53 penampilan senior untuk Tijuana, dengan torehan 10 gol dan 2 assist. Ia bisa bermain sebagai gelandang serang, penyerang tengah, maupun sayap kiri. Scout ternama Jacek Kulig bahkan menjulukinya sebagai "fenomenal". Di Liga MX Apertura 2025-26, Mora mencetak empat gol, menjadi pencetak gol terbanyak ketiga di skuad Tijuana.
Menurut laporan El Universal yang dikutip Metro, Arsenal melalui direktur olahraga Andrea Berta bersedia membayar penuh klausul rilis Mora untuk menghindari perang tawar-menawar dengan Liverpool. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk mengamankan pemain incaran sebelum klub lain bergerak. Tijuana sendiri sudah menyadari bahwa masa Mora di Meksiko akan segera berakhir, sehingga "bidding frenzy" atau perang penawaran pun tak terhindarkan.
Arsenal memang sedang gencar mencari gelandang serang muda. Selain Mora, mereka juga dikabarkan mengincar Tomas Aranda dari Boca Juniors. Namun, pengalaman Mora di Piala Dunia dan penampilannya yang matang membuatnya menjadi prioritas. Meski demikian, ada risiko bahwa pemain semuda Mora belum siap menjadi starter reguler di Premier League. Opsi peminjaman ke klub lain bisa menjadi solusi jangka pendek, seperti yang kerap dilakukan Arsenal untuk pemain mudanya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, persaingan Arsenal dan Liverpool merebut Mora mengingatkan pada fenomena perburuan pemain muda Amerika Latin yang kerap menjadi incaran klub Eropa. Jika Mora bergabung ke Premier League, ia akan menjadi salah satu pemain Meksiko termahal yang pernah bermain di Inggris. Keberhasilannya beradaptasi bisa menjadi tolok ukur bagi talenta muda dari kawasan lain, termasuk Asia Tenggara, untuk menembus liga top Eropa.
Dengan Arsenal yang bersedia membayar klausul tanpa negosiasi, langkah selanjutnya tinggal menunggu kesepakatan personal dengan pemain. Pertanyaannya, mampukah Mora memenuhi ekspektasi dan menjadi investasi jangka panjang yang menguntungkan, atau justru menjadi bukti bahwa harga mahal tidak selalu menjamin kesuksesan di panggung sepak bola Inggris?



