Taylor Momsen: Menulis Lagu Adalah Terapi untuk Bertahan Hidup
Baca dalam 60 detik
- Vokalis The Pretty Reckless, Taylor Momsen, mengungkapkan bahwa menulis lagu telah menjadi mekanisme kopingnya sejak usia lima tahun.
- Album terbaru band, Dear God, disebutnya memiliki semangat yang sama dengan debut mereka pada 2010, menandakan konsistensi artistik.
- Praktik songwriting sebagai terapi ini relevan bagi banyak musisi Indonesia yang kerap menggunakan musik untuk mengelola tekanan mental.

Taylor Momsen, vokalis The Pretty Reckless, menjadikan menulis lagu sebagai alat untuk bertahan menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya. Bagi perempuan 32 tahun itu, aktivitas menulis bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk terapi yang membantunya memproses emosi dan realitas di sekitarnya.
Dalam wawancara terbaru dengan NME, Momsen mengaku mulai menulis sejak usia lima tahun. Ia merasa beruntung karena sejak dini menemukan bahwa menulis adalah "alat yang memungkinkan saya menjadi benar-benar bebas". Lewat tulisan, ia belajar memahami dirinya sendiri dan dunia di sekitarnya. "Tanpa menulis, saya tidak tahu akan menjadi siapa atau di mana saya berada. Itulah cara saya bertahan," ujarnya.
Praktik ini terus ia bawa hingga dewasa, terutama saat menghadapi depresi dan duka. Momsen menegaskan bahwa hidup memang tidak selalu mudah, tetapi menulis lagu memberinya ruang untuk mengolah segala beban. "Itu seperti terapi kadang-kadang," katanya.
Pernyataan Momsen muncul bersamaan dengan rilis album studio kelima The Pretty Reckless, Dear God, yang dirilis pekan lalu. Ia menyebut album ini memiliki "api yang sama" dengan album debut mereka pada 2010, Light Me Up. "Secara musikal memang berbeda, tetapi intensi dan semangatnya sama seperti saat kami memulai karier," jelasnya.
Fenomena songwriting sebagai terapi bukan hal baru di industri musik global, termasuk Indonesia. Banyak musisi Tanah Air, seperti Tulus atau Nadin Amizah, kerap mengaku bahwa menulis lagu membantu mereka mengelola tekanan mental. Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental di Indonesia, pendekatan Momsen bisa menjadi contoh bagaimana kreativitas dapat menjadi saluran yang sehat untuk menghadapi stres dan kecemasan.
Momsen, yang sebelumnya dikenal sebagai aktris dalam serial Gossip Girl, juga mengungkapkan kegembiraannya karena album baru akhirnya bisa didengar publik. Dalam wawancara dengan stasiun radio Chicago Rock 95.5 pada Maret lalu, ia mengatakan, "Saya sangat bangga dengan album ini. Rasanya lega karena rahasia yang saya simpan selama ini akhirnya terungkap."
Ke depannya, Momsen berencana terus mengeksplorasi sisi terapeutik dari menulis lagu. Pertanyaannya, akankah pendekatan serupa semakin banyak diadopsi oleh musisi Indonesia sebagai bagian dari perawatan kesehatan mental? Atau justru industri musik kita masih memandang tabu keterbukaan semacam ini?



