Badai Tropis Maysak Mengancam 15 Provinsi Thailand, Gelombang Tinggi Capai 3 Meter
Baca dalam 60 detik
- Badai Tropis Maysak menguat dari depresi tropis di Laut China Selatan, diperkirakan membawa hujan sangat deras ke 15 provinsi Thailand pada 3-6 Juli 2026.
- Meskipun pusat badai tidak memasuki Thailand, interaksi dengan monsun dan palung monsoon memicu curah hujan ekstrem di wilayah utara, timur laut, timur, dan selatan.
- Gelombang laut di Laut Andaman dan Teluk Thailand diprediksi mencapai 3 meter, memicu imbauan bagi kapal kecil untuk tidak berlayar sementara.

Bangkok, 3 Juli 2026 โ Badai Tropis Maysak yang terbentuk di Laut China Selatan memicu peringatan dini bagi 15 provinsi di Thailand untuk waspada terhadap hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari ke depan. Badai ini, yang sebelumnya berupa depresi tropis, kini membawa angin maksimum 65 kilometer per jam dan bergerak ke arah barat menuju China selatan.
Menurut Departemen Meteorologi Thailand (TMD), pada pukul 04.00 waktu setempat, pusat badai berada sekitar 510 kilometer selatan Nanning, China, dengan pergerakan sekitar 20 km/jam. Meskipun lintasan badai diperkirakan melewati Pulau Hainan dan mendarat di China selatan antara 4-6 Juli, dampaknya terhadap Thailand tetap signifikan karena kombinasi dengan palung monsoon dan angin monsun barat daya yang kuat.
Wilayah yang paling terdampak meliputi bagian utara, timur laut atas, timur, dan selatan Thailand. Pada 3-4 Juli, hujan deras hingga sangat deras diperkirakan terjadi secara terisolasi, sementara pada 5-6 Juli, intensitas hujan tetap tinggi di wilayah utara atas dan timur laut atas. Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di daerah rawan.
Dampak tidak hanya terasa di darat, tetapi juga di laut. Gelombang di Laut Andaman bagian atas diperkirakan mencapai 2-3 meter, dan bisa melebihi 3 meter di area dengan badai petir. Di Teluk Thailand bagian atas, gelombang sekitar 2 meter, dengan peningkatan saat badai. TMD mengimbau semua kapal untuk berhati-hati dan menghindari area badai petir, sementara kapal kecil di Laut Andaman atas disarankan untuk tidak berlayar hingga situasi membaik.
Bagi Indonesia, meskipun badai ini tidak langsung berdampak, pola cuaca serupa sering memengaruhi wilayah Sumatra dan Kalimantan akibat pengaruh monsun dan palung. Masyarakat pesisir diimbau untuk memantau perkembangan cuaca dari BMKG, mengingat potensi gelombang tinggi dan hujan ekstrem yang dapat mengganggu aktivitas pelayaran dan perikanan.
TMD mengingatkan warga untuk merencanakan aktivitas harian dan perjalanan dengan cermat guna mengurangi risiko. Informasi terkini dapat diakses melalui situs web TMD atau telepon 0-2399-4012-13 dan 1182 selama 24 jam. Dengan prediksi hujan yang masih berlangsung hingga akhir pekan, kewaspadaan menjadi kunci utama.



