Pengejaran Pelaku Pembakaran Pesawat dan Penembakan Pilot AS di Papua: TNI Bergerak
Baca dalam 60 detik
- Koops TNI Habema mengejar kelompok OPM pimpinan Elkius Kobak yang diduga membakar pesawat AMA Air dan menembak pilot AS di Yahukimo.
- Jenazah pilot Nicholas F. Goselin telah dievakuasi ke Timika, sementara tujuh penumpang asli Papua dilaporkan selamat.
- Operasi penyisiran dan pengamanan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas dan mendukung penerbangan perintis di pedalaman Papua.

Operasi pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga membakar pesawat dan menembak pilot warga Amerika Serikat di Papua Pegunungan terus digencarkan. Koops TNI Habema memastikan pelaku utama, Elkius Kobak, pemimpin kelompok OPM XVI/Yahukimo, menjadi target utama dalam penyisiran yang melibatkan personel dan helikopter Caracal.
Insiden berdarah itu terjadi di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, pada Kamis (2/7). Pesawat jenis Pilatus milik PT AMA Air dengan nomor penerbangan PK-RCY yang membawa tujuh penumpang dari Wamena menjadi sasaran pembakaran. Pilot Nicholas F. Goselin tewas dalam serangan tersebut, sementara seluruh penumpang yang merupakan Orang Asli Papua (OAP) dilaporkan selamat dan dalam kondisi aman.
Juru Bicara Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengungkapkan bahwa tim patroli telah bergerak cepat melakukan penyisiran dan pengejaran. โKami berkomitmen mendukung proses evakuasi, menjaga keamanan wilayah, serta membantu penegakan hukum,โ ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7). Operasi ini tidak hanya bertujuan menangkap pelaku, tetapi juga memastikan situasi kondusif bagi aktivitas penerbangan perintis yang menjadi urat nadi logistik dan mobilitas warga di pedalaman Papua.
Jenazah pilot berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian dan diterbangkan ke Timika dengan dukungan udara. Selanjutnya, jenazah akan diserahkan kepada pihak berwenang untuk proses lebih lanjut. Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, memastikan tujuh penumpang yang terdiri dari Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso dalam keadaan selamat.
Konteks keamanan di Papua kembali menjadi sorotan setelah serangan terhadap pesawat perintis yang melayani daerah terpencil. Penerbangan perintis merupakan moda transportasi vital bagi masyarakat Papua yang tinggal di wilayah pegunungan dengan akses darat terbatas. Gangguan terhadap rute ini tidak hanya mengancam keselamatan jiwa, tetapi juga menghambat distribusi barang dan layanan dasar. TNI menegaskan bahwa pengamanan wilayah akan diperketat untuk menjamin kelancaran penerbangan dan melindungi warga sipil.
Ke depan, tantangan terbesar adalah memastikan stabilitas jangka panjang di Yahukimo dan sekitarnya. Apakah operasi pengejaran mampu membongkar jaringan kelompok bersenjata yang selama ini mengintimidasi aktivitas penerbangan? Atau akankah insiden serupa kembali terjadi mengingat medan berat dan mobilitas pelaku yang sulit diprediksi? Jawabannya bergantung pada efektivitas patroli dan kerja sama dengan masyarakat setempat.



