Generasi Muda Jadi Ujung Tombak Diplomasi Budaya Indonesia di Paris
Baca dalam 60 detik
- Menteri Kebudayaan Fadli Zon melepas Misi Budaya SMA Labschool Kebayoran ke festival folklor internasional di Paris, Juli 2026.
- Para siswa akan bertindak sebagai Duta Budaya Indonesia, mempromosikan keberagaman budaya nasional di panggung global.
- Kementerian Kebudayaan berencana memperkuat misi serupa melalui Dana IndonesiaRaya untuk mendukung ekosistem budaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan peran strategis generasi muda sebagai agen diplomasi budaya saat melepas Misi Budaya SMA Labschool Kebayoran yang akan berlaga di ajang internasional di Paris, Prancis, pada 9โ21 Juli 2026. Dalam sambutannya, ia menyebut para siswa bukan sekadar peserta kompetisi, melainkan duta yang membawa kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia.
Pelepasan misi yang berlangsung akhir pekan lalu ini menandai konsistensi SMA Labschool Kebayoran dalam mengirimkan delegasi budaya sejak 2004. Kepala sekolah Suparno mengungkapkan program ini dirancang untuk menanamkan kesadaran global pada siswa, tanpa melupakan akar budaya nasional. Ajang 38th International Competition and Festival of Folklore, Dance and Music "รtoile de Paris" akan menjadi panggung bagi para siswa untuk unjuk kebolehan dalam tari dan musik tradisional.
Fadli Zon menekankan bahwa pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi, sebagaimana tercantum dalam Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945. Ia menyebut Indonesia memiliki "mega cultural diversity" yang perlu diperkenalkan secara lebih luas melalui festival internasional, seni pertunjukan, musik, sastra, dan film. Menurutnya, budaya adalah soft power yang kelak bisa menjadi engine of growth bagi ekonomi dan industri kreatif nasional.
Menteri Kebudayaan juga mengingatkan pentingnya persiapan matang agar para peserta bisa menampilkan performa terbaik. Ia berpesan agar mereka tidak hanya membawa pulang prestasi, tetapi juga pengalaman, persahabatan, dan jaringan internasional. "Kalian adalah Duta Budaya Indonesia di panggung global," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (5/7).
Ke depan, Kementerian Kebudayaan berencana mempererat kerja sama dengan sekolah-sekolah melalui Dana IndonesiaRaya. Program ini mencakup pengiriman delegasi budaya, festival film, musik, tari, teater di dalam negeri, serta partisipasi dalam kegiatan internasional. Langkah ini diharapkan memperkuat ekosistem budaya sekaligus meningkatkan posisi tawar Indonesia di kancah global.
Bagi Indonesia, diplomasi budaya bukan sekadar ajang pamer seni, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun citra positif dan pengaruh di dunia internasional. Dengan melibatkan generasi muda, pesan keberagaman dan toleransi dapat disampaikan secara lebih autentik. Pertanyaannya, sejauh mana konsistensi dan dukungan pemerintah terhadap misi-misi serupa di masa mendatang?



