Setelah Tonali Laku Rp3 Triliun, Newcastle Kembali Berburu Talenta Italia: Frattesi atau Fagioli?
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United mengantongi dana segar sekitar €116 juta usai melepas Sandro Tonali ke Tottenham, dan kini mengincar gelandang Serie A sebagai pengganti.
- Dua nama utama yang masuk radar adalah Davide Frattesi (Inter) yang dihargai €30 juta, dan Nicolò Fagioli (Fiorentina) yang lebih kreatif dengan banderol lebih murah.
- Menariknya, Fagioli dan Tonali sama-sama pernah dihukum karena kasus judi pada 2023, menambah dimensi unik dalam perburuan ini.

Newcastle United kembali mengarahkan radar transfernya ke Italia. Setelah melepas gelandang bintang Sandro Tonali ke Tottenham Hotspur dengan nilai rekor klub sebesar €116 juta (sekitar Rp2 triliun), The Magpies kini disebut-sebut tengah membidik dua gelandang Serie A: Davide Frattesi dari Inter Milan dan Nicolò Fagioli dari Fiorentina.
Tonali, yang baru tiga tahun lalu diboyong dari AC Milan dengan biaya sekitar €60 juta plus bonus, kini hijrah ke London utara untuk bersatu kembali dengan rekan senegaranya, Roberto De Zerbi. Kepergiannya meninggalkan lubang di lini tengah Newcastle, namun juga menyediakan dana melimpah untuk belanja pemain baru. Menurut laporan Tuttomercatoweb, manajemen Newcastle berniat memanfaatkan situasi ini dengan kembali berburu talenta asal Italia.
Target pertama adalah Frattesi, gelandang Inter yang berusia 26 tahun. Ia dinilai tidak masuk dalam proyek jangka panjang Nerazzurri dan sudah lama dikaitkan dengan kepindahan ke Nottingham Forest. Kontraknya di Giuseppe Meazza masih berlaku hingga Juni 2028, namun Inter dikabarkan bersedia melepasnya dengan banderol sekitar €30 juta. Angka ini terbilang wajar untuk pemain berusia 26 tahun yang telah mencatatkan penampilan reguler di Serie A dan tim nasional Italia.
Alternatif yang lebih kreatif adalah Fagioli. Gelandang 25 tahun ini merupakan produk asli akademi Juventus, sebelum dijual ke Fiorentina pada Februari 2025 dengan total €16 juta plus bonus. Dalam 100 penampilan di Serie A, ia mengoleksi enam gol dan 11 assist. Gaya bermainnya yang visioner dan kemampuan distribusi bola yang baik membuatnya cocok untuk mengisi peran playmaker di lini tengah Newcastle.
Menariknya, Fagioli dan Tonali memiliki kesamaan nasib: keduanya pernah mendapat hukuman panjang akibat melanggar aturan perjudian pada 2023. Fagioli, yang saat itu masih di Juventus, dilaporkan mengalami kecanduan judi dan justru menjadi pihak yang melapor ke otoritas, sehingga memicu investigasi terhadap pemain lain termasuk Tonali. Meski demikian, keduanya telah menjalani sanksi dan kembali bermain, menunjukkan profesionalisme yang patut diacungi jempol.
Bagi Newcastle, perburuan gelandang Italia ini bukan sekadar iseng. Klub asal Tyneside itu tengah membangun ulang skuad setelah musim yang kurang memuaskan, dan dana segar dari penjualan Tonali memberi mereka fleksibilitas finansial. Apakah mereka akan memilih Frattesi yang lebih defensif dan siap tempur, atau Fagioli yang lebih kreatif dan berbahaya di sepertiga akhir lapangan? Keputusan ini akan menentukan arah permainan Newcastle di musim depan.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan Newcastle di bursa transfer selalu menarik perhatian karena klub ini memiliki basis penggemar yang cukup besar di Tanah Air, terutama sejak kedatangan pemain-pemain Italia seperti Tonali. Jika Frattesi atau Fagioli benar-benar bergabung, maka persaingan di Premier League akan semakin seru, dan tentu saja menambah daya tarik bagi penonton Indonesia yang gemar mengikuti liga Inggris.
Ke depan, Newcastle harus bergerak cepat karena persaingan untuk mendapatkan Frattesi cukup ketat—Nottingham Forest sudah lebih dulu mengajukan tawaran. Sementara itu, Fagioli mungkin menjadi opsi yang lebih realistis secara harga dan potensi. Namun, satu hal yang pasti: Newcastle tidak akan kekurangan uang untuk berbelanja. Pertanyaannya, apakah mereka akan berhasil mengamankan salah satu dari dua gelandang Italia ini, atau justru melirik target lain di luar Serie A?



