Tonali ke Tottenham: Milan Raup Hampir €10 Juta dari Klausul Penjualan
Baca dalam 60 detik
- Sandro Tonali menjadi pemain Italia termahal sepanjang masa setelah Tottenham sepakat membayar €116 juta ke Newcastle.
- AC Milan, klub sebelumnya, hanya menerima 10% dari keuntungan modal Newcastle, bukan dari total biaya transfer.
- Dengan nilai sisa Tonali sekitar €27,5 juta, Milan mendapat €8,04 juta dari capital gain plus €1,62 juta solidaritas.

Gelandang asal Italia, Sandro Tonali, akan segera mencatatkan namanya sebagai pemain Italia termahal dalam sejarah sepak bola setelah Tottenham Hotspur menyepakati transfer senilai €116 juta (sekitar £99,5 juta) termasuk bonus dari Newcastle United. Namun, di balik rekor tersebut, klub lamanya, AC Milan, hanya akan menikmati sebagian kecil dari nilai fantastis itu.
Menurut laporan Calcio e Finanza, pakar keuangan sepak bola Italia, biaya tetap yang diterima Newcastle mencapai €108 juta. Tonali sendiri telah terlihat di bandara Milan dan dalam perjalanan ke Inggris untuk menyelesaikan kepindahan ke London Utara. Ia juga akan menjadi pembelian termahal Spurs sepanjang masa.
Ketika Tonali bergabung dengan Newcastle pada musim panas 2023, Milan menyisipkan klausul penjualan kembali sebesar 10%. Namun, klausul tersebut tidak dihitung dari total biaya transfer, melainkan dari keuntungan modal (capital gain) yang diperoleh Newcastle. Artinya, Milan hanya mendapat bagian dari selisih antara harga jual dan nilai sisa pemain.
Tonali dibeli Newcastle seharga €60,8 juta. Saat ini, nilai sisa (residual value) sang pemain diperkirakan sekitar €27,5 juta. Dengan Newcastle menerima €108 juta dari Tottenham, maka keuntungan modal yang mereka catat mencapai sekitar €80,4 juta. Dari jumlah itulah Milan berhak atas 10%, atau sekitar €8,04 juta.
Selain dari klausul penjualan, Milan juga akan menerima dana solidaritas sebesar €1,62 juta. Dana ini merupakan kompensasi yang diberikan kepada klub-klub yang melatih pemain antara usia 12 hingga 23 tahun. Dengan demikian, total pemasukan yang akan diterima Milan dari transfer Tonali ke Tottenham mencapai €9,66 juta.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya negosiasi klausul penjualan. Di Liga Indonesia, klausul serupa masih jarang diterapkan secara optimal. Padahal, potensi keuntungan dari transfer pemain muda bisa menjadi sumber pendapatan signifikan bagi klub, seperti yang dilakukan Milan terhadap Tonali. Ke depannya, klub-klub Indonesia mungkin perlu meniru strategi ini untuk meningkatkan kesehatan finansial.
Dengan nilai transfer yang memecahkan rekor, pertanyaan selanjutnya adalah apakah Tonali mampu memenuhi ekspektasi di Tottenham? Ataukah ia akan menjadi contoh lain dari pemain mahal yang gagal bersinar? Hanya waktu yang akan menjawab.



