Ronaldo Umumkan Musim Depan Jadi Musim Terakhir: Pensiun Setelah 25 Tahun Karier?
Baca dalam 60 detik
- Megabintang Portugal itu menyebut musim 2026/2027 sebagai musim pamungkasnya, dengan target mencetak 1.000 gol karier.
- Keputusan pensiun Ronaldo membuka peluang bagi regenerasi pemain muda di Al-Nassr dan Timnas Portugal, sekaligus mengubah peta persaingan Liga Arab Saudi.
- Setelah gantung sepatu, Ronaldo berencana fokus pada bisnis, perjalanan, dan olahraga padel, meninggalkan warisan luar biasa bagi dunia sepak bola.

Cristiano Ronaldo, kapten timnas Portugal yang kini berusia 41 tahun, mengisyaratkan bahwa musim kompetisi 2026/2027 akan menjadi musim terakhirnya sebagai pesepak bola profesional. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh pemegang lima Ballon d'Or tersebut dalam wawancara eksklusif dengan majalah mode Vogue yang terbit akhir pekan lalu. "Ini mungkin tahun terakhir saya di sepak bola, dan saya ingin meninggalkan warisan yang spektakuler," ujarnya, memicu spekulasi besar di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola global.
Karier Ronaldo membentang lebih dari dua dekade, dimulai dari Sporting Lisbon pada 2002, lalu melesat bersama Manchester United, Real Madrid, Juventus, dan kini Al-Nassr di Liga Arab Saudi. Selama perjalanan tersebut, ia telah mengoleksi 976 gol untuk klub dan negara, sebuah angka yang hanya terpaut 24 gol lagi untuk mencapai rekor 1.000 gol karier—sebuah pencapaian yang belum pernah diraih siapa pun dalam sejarah sepak bola modern. Namun, di balik gemerlap prestasi, ada satu hal yang masih mengganjal: gelar Piala Dunia. Setelah Portugal tersingkir di babak 16 besar pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, peluang Ronaldo untuk mengangkat trofi paling prestisius di dunia itu praktis tertutup.
Keputusan Ronaldo untuk pensiun bukan sekadar kabar duka bagi penggemar, tetapi juga sinyal perubahan besar bagi lanskap sepak bola global. Di level klub, kepergiannya dari Al-Nassr akan membuka ruang bagi pemain muda Arab Saudi untuk tampil lebih menonjol, sekaligus menguji daya tarik Liga Pro Saudi tanpa bintang terbesarnya. Sementara itu, bagi timnas Portugal, ini adalah momen transisi yang sudah lama dinantikan: generasi emas baru seperti João Félix dan Rafael Leão akan benar-benar mengambil alih kendali tim. Menurut analis sepak bola asal Inggris, Gary Neville, "Ronaldo adalah fenomena yang tidak akan terulang. Kepergiannya akan meninggalkan lubang besar, tetapi juga kesempatan bagi yang lain untuk bersinar."
Bagi Indonesia, kabar ini memiliki resonansi tersendiri. Sepak bola Indonesia, yang tengah bergairah dengan kebangkitan Timnas di level Asia, bisa mengambil pelajaran dari etos kerja dan dedikasi Ronaldo. "Ronaldo membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang jika diimbangi disiplin dan perawatan fisik yang serius," kata dokter olahraga dari Jakarta, dr. Andi Kurniawan. "Pemain Indonesia yang ingin berumur panjang di karier sepak bola harus meniru pola latihan dan pemulihannya." Selain itu, kehadiran Ronaldo di Liga Arab Saudi selama tiga musim terakhir telah meningkatkan popularitas kompetisi tersebut di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dan kepergiannya bisa memengaruhi minat penonton terhadap siaran liga tersebut.
Ronaldo sendiri mengaku tidak khawatir dengan kehidupan setelah sepak bola. Dalam wawancara yang sama, ia mengungkapkan rencananya untuk mengisi waktu dengan berbagai aktivitas: "Saya punya banyak hal untuk membuat saya sibuk. Sepak bola bisa meninggalkan lubang besar, jadi Anda harus mengisi waktu dengan berbagai cara, bukan hanya satu. Saya ingin lebih banyak bersenang-senang, bepergian, menonton dan bermain padel, yang sangat saya sukai, dan terus menikmati apa yang telah saya peroleh—apa yang kami peroleh. Lagipula, ini sudah 25 tahun dengan banyak pengorbanan." Pernyataan ini menunjukkan bahwa Ronaldo telah mempersiapkan diri secara mental untuk masa transisi, sebuah langkah yang jarang dilakukan atlet top yang enggan melepas sorotan.
Meski demikian, pertanyaan besar masih menggantung: akankah Ronaldo benar-benar pensiun setelah musim ini, atau akankah ia kembali menarik ucapannya seperti yang pernah terjadi sebelumnya? Mengingat ambisinya yang tak pernah padam, banyak yang menduga ia akan tetap bermain hingga mencapai 1.000 gol, lalu memutuskan pensiun di puncak. Namun, jika ia benar-benar gantung sepatu, dunia sepak bola akan kehilangan salah satu ikon terbesarnya, dan Indonesia—yang selama ini menjadikan Ronaldo sebagai inspirasi—akan menyaksikan berakhirnya sebuah era.



