Mainoo, Aset Mahal yang Sudah Ada di Old Trafford: Lebih Berharga dari Mateus Fernandes?
Baca dalam 60 detik
- Manchester United memilih tidak memaksakan transfer Mateus Fernandes yang dibanderol £85 juta, mengingat risiko pengulangan kesalahan belanja mahal sebelumnya.
- Kobbie Mainoo, yang sempat diincar Chelsea dan Napoli, kini menjadi pilar utama lini tengah Setan Merah dan disebut berpotensi bernilai £100 juta.
- Dengan performa konsisten di level tertinggi, Mainoo dinilai lebih matang dibandingkan Fernandes yang gagal menembus skuad Piala Dunia Portugal.

Manchester United kembali dihadapkan pada dilema klasik: antara menahan diri agar tidak jorjoran di bursa transfer atau berisiko kehilangan target utama. Namun, di tengah kekhawatiran itu, ada satu nama yang justru bisa menjadi solusi jangka panjang tanpa perlu mengeluarkan dana besar—Kobbie Mainoo, gelandang muda yang disebut-sebut sebagai calon bintang senilai £100 juta.
Keputusan United untuk tidak mengejar Mateus Fernandes, yang akhirnya diboyong Tottenham Hotspur dengan mahar £85 juta, menuai sorotan. Apalagi, harga tersebut dinilai terlalu tinggi untuk pemain yang baru saja mengalami degradasi Premier League dua musim beruntun bersama Southampton dan West Ham. Di sisi lain, kepergian Casemiro dan cedera panjang Manuel Ugarte membuat lini tengah United tampak kering. Namun, alih-alih panik, manajemen klub justru melirik kembali talenta dari akademi Carrington.
Dalam beberapa pekan terakhir, nama-nama seperti Sekou Kone, Dan Gore, Jacob Devaney, hingga Tyler Fletcher mulai mencuat. Namun, dari sekian banyak pemain muda, Mainoo adalah yang paling menonjol. Gelandang berusia 21 tahun itu sempat menjadi incaran Chelsea pada musim panas lalu, dan bahkan Napoli sempat meminatinya di jendela transfer Januari. Namun, setelah Ruben Amorim hengkang dan Michael Carrick mengambil alih, Mainoo menjadi starter di setiap laga Premier League, kecuali saat kalah dari Leeds United.
Perbandingan antara Mainoo dan Fernandes pun tak terelakkan. Keduanya sama-sama berusia 21 tahun, tetapi rekam jejak Mainoo jauh lebih gemilang. Pada musim 2023/24, ia memaksa masuk ke tim utama Erik ten Hag, mencetak gol kemenangan di final Piala FA, dan menjadi starter di setiap laga knockout Euro 2024, termasuk final. Sementara itu, Fernandes bahkan tidak masuk dalam skuad Portugal untuk Piala Dunia 2026. "Ada kredit tersendiri jika menjadi bintang di tim yang sedang berjuang, tetapi lebih berarti jika menjadi figur sentral di tim elit," demikian analisis yang berkembang di kalangan pengamat.
Keputusan United untuk tidak memaksakan transfer Fernandes juga dipengaruhi oleh keterlibatan agen Jorge Mendes, yang sebelumnya membawa Leny Yoro dan Manuel Ugarte ke Old Trafford. Meski reputasi Mendes tak perlu diragukan, banyak pihak di klub merasa lega karena tidak terjebak dalam pembelian mahal yang berpotensi gagal. "Jika Fernandes dihargai £85 juta, berapa sebenarnya nilai Mainoo di pasar saat ini?" tanya seorang analis sepak bola Inggris.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, kisah Mainoo menjadi pengingat bahwa investasi pada pemain muda lokal seringkali lebih menguntungkan daripada memburu bintang mahal dari luar. Di tengah hiruk-pikuk bursa transfer yang kerap didominasi klub-klub Eropa, pendekatan United yang mulai mengandalkan akademi patut dicermati. Apalagi, dengan regulasi pemain asing yang ketat di Liga Indonesia, pengembangan bakat muda menjadi kunci keberlanjutan klub.
Pertanyaan besarnya kini: akankah United benar-benar memanfaatkan potensi Mainoo sebagai pilar utama, atau justru akan tergoda menjualnya saat harga sedang tinggi? Dengan performa yang terus meningkat, bukan tidak mungkin Mainoo akan menjadi salah satu gelandang termahal di dunia dalam beberapa tahun ke depan. Namun, seperti yang sering terjadi di Old Trafford, keputusan di meja transfer tak selalu berjalan mulus.



