Brighton Berjibaku Pertahankan Yasin Ayari: Liverpool dan Tottenham Siap Bergerak Agresif
Baca dalam 60 detik
- Brighton berupaya keras memperpanjang kontrak Yasin Ayari yang tersisa satu tahun, di tengah minat besar dari Liverpool dan Tottenham.
- Gelandang Swedia berusia 22 tahun itu tampil impresif di Premier League dan Piala Dunia, membuatnya menjadi incaran utama dua klub papan atas Inggris.
- Jika gagal mempertahankan Ayari, Brighton terancam kehilangan aset berharga dengan harga murah, mengulang pola kepergian pemain bintang sebelumnya.

Brighton & Hove Albion tengah berlomba dengan waktu untuk mengamankan masa depan gelandang muda mereka, Yasin Ayari, setelah Liverpool dan Tottenham Hotspur dikabarkan menyiapkan langkah agresif di bursa transfer. Kontrak pemain asal Swedia itu hanya menyisakan satu musim lagi, situasi yang membuat klub asal pantai selatan Inggris itu rentan terhadap tawaran dari klub-klub besar.
Menurut laporan Caught Offside, Brighton mulai panik setelah mengetahui bahwa dua raksasa Premier League itu serius ingin mendatangkan Ayari. Tottenham, yang sudah merekrut enam pemain baru musim panas ini dan memecahkan rekor transfer klub dua kali, tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti. Liverpool, di sisi lain, masih mencari solusi di lini tengah setelah musim lalu dianggap kurang greget di area tersebut.
Ayari, 22 tahun, bukanlah nama baru di kancah sepak bola Inggris. Musim lalu ia tampil konsisten bersama Brighton, dan penampilannya di Piala Dunia bersama Swedia semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu gelandang muda paling menjanjikan. Kemampuannya mencetak gol dari lini kedua, visi bermain, serta dribel yang lincah membuatnya cocok dengan kebutuhan kedua klub peminat.
Bagi Liverpool, Ayari dipandang sebagai sosok yang bisa menghadirkan intensitas yang hilang dari lini tengah mereka. Manajer Andoni Iraola menginginkan pemain yang mampu memprogresikan bola ke sepertiga akhir lapangan, baik melalui umpan maupun dribel—karakteristik yang dimiliki Ayari. Kehadirannya bisa mengakhiri perburuan Liverpool terhadap target lain seperti Yan Diomande atau Bradley Barcola, setidaknya untuk sektor gelandang.
Sementara itu, Tottenham terus menunjukkan ambisi besar di bawah arahan Roberto De Zerbi. Setelah sukses merekrut Jan Paul van Hecke dari Brighton, Spurs kini mengincar Ayari sebagai bagian dari proyek jangka panjang. Jika berhasil, ini akan menjadi pernyataan dominasi lain di bursa transfer, sekaligus pukulan telak bagi Brighton yang kesulitan mempertahankan pemain bintangnya.
Brighton sebenarnya sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini. Mereka telah melepas sejumlah pemain kunci dengan keuntungan besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kali ini klub bertekad untuk tidak kehilangan Ayari dengan harga murah. Dengan sisa kontrak yang singkat, mereka hanya memiliki dua jendela transfer—musim panas ini dan Januari mendatang—untuk mendapatkan nilai maksimal jika negosiasi kontrak baru gagal.
Dari perspektif Indonesia, pergerakan Ayari menarik untuk diikuti karena menunjukkan bagaimana klub-klub Premier League berlomba merebut talenta muda. Bagi penggemar sepak bola Tanah Air, ini juga menjadi pengingat bahwa pasar pemain Eropa semakin kompetitif, dan klub seperti Brighton harus cerdik dalam manajemen kontrak agar tidak kehilangan aset berharga. Ke depannya, apakah Brighton akan berhasil mempertahankan Ayari, atau justru kembali menjadi pemasok bakat bagi klub-klub besar?



