Pertarungan Lini Tengah Kroasia vs Portugal: Dalic Tak Gentar dengan Ancaman Ronaldo
Baca dalam 60 detik
- Pelatih Kroasia Zlatko Dalic menegaskan duel melawan Portugal di Piala Dunia 2026 akan ditentukan oleh penguasaan lini tengah, bukan sekadar persaingan individu Modric dan Ronaldo.
- Kroasia menunjukkan kebangkitan setelah kalah dari Inggris, sementara Portugal masih inkonsisten dengan hanya satu kemenangan di fase grup.
- Laga di Toronto ini bisa menjadi panggung perpisahan bagi salah satu dari dua legenda sepak bola, Modric atau Ronaldo.

Pelatih tim nasional Kroasia, Zlatko Dalic, menolak anggapan bahwa laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Portugal hanya akan menjadi ajang duel antara Luka Modric dan Cristiano Ronaldo. Menurutnya, pertandingan yang akan digelar di Toronto, Kamis (1/7) tersebut justru akan ditentukan oleh siapa yang mampu menguasai lini tengah.
"Saya yakin ini akan menjadi pertempuran para gelandang. Portugal memiliki pemain-pemain tengah yang sangat baik dan mereka sangat cerdas secara taktik. Setiap kesalahan akan dihukum," ujar Dalic dalam konferensi pers di Toronto, Rabu (30/6).
Kroasia memang memiliki lini tengah yang dihuni para pemain berpengalaman. Kapten Luka Modric yang kini berusia 40 tahun masih menjadi motor permainan, ditemani Martin Baturina yang mencetak gol ke gawang Inggris, serta Petar Sucic yang membobol gawang Ghana. Sementara Portugal mengandalkan trio Vitinha, Joao Neves, dan Bruno Fernandes untuk mengatur ritme permainan.
Meski perhatian publik lebih tertuju pada Ronaldo yang masih menjadi ancaman utama, Dalic menilai Portugal bukanlah tim yang bisa diremehkan. "Mereka adalah tim yang ingin menguasai bola sepanjang waktu. Tim ini memiliki sedikit kelemahan dan bisa menciptakan bahaya kapan saja," tambahnya.
Kroasia sendiri datang ke laga ini dengan modal kebangkitan setelah kalah 0-1 dari Inggris di laga perdana. Mereka sukses membalikkan keadaan dengan mengalahkan Panama 1-0 dan Ghana 2-1. Sebaliknya, Portugal hanya meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang di fase grup, meski Dalic tetap waspada terhadap potensi kejutan.
Laga ini juga menjadi pertandingan terakhir yang digelar di Toronto untuk Piala Dunia 2026. Bagi Modric dan Ronaldo, laga ini bisa menjadi panggung perpisahan dengan turnamen akbar. Kiper Kroasia, Dominik Livakovic, memberikan pandangan diplomatis: "Kami memiliki dua pemain besar yang telah melakukan pekerjaan luar biasa. Saya yakin Luka akan melanjutkan perjalanannya. Saya hanya bisa berbicara positif tentang keduanya."
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, duel Kroasia vs Portugal menawarkan tontonan taktik kelas dunia. Pertanyaan besarnya: akankah lini tengah Kroasia yang diisi para pemain tua mampu mengimbangi energi muda Portugal, atau justru pengalaman Modric yang akan menjadi pembeda? Jawabannya akan terjawab di lapangan Toronto nanti malam.



