Newcastle Siap Rekrut Yasin Ayari: Alternatif Lebih Murah dari Archie Gray untuk Gantikan Tonali
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United mengincar gelandang Brighton Yasin Ayari sebagai pengganti Sandro Tonali yang akan hengkang, dengan banderol £20 juta atau lebih murah £10 juta dari Archie Gray.
- Ayari dinilai lebih siap bersaing di tim utama setelah mencatat 3 gol dan 3 assist di Premier League musim lalu, serta tampil di Piala Dunia 2026 bersama Swedia.
- Persaingan merebut Ayari ketat karena Chelsea dan Liverpool juga memantau, namun Newcastle punya keunggulan berkat hubungan dengan rekan setimnya di timnas, Anthony Elanga.

Newcastle United tengah bersiap menghadapi gelombang perubahan besar di lini tengah menyusul rencana kepergian Sandro Tonali. Klub asal Tyneside itu dikabarkan melirik gelandang Brighton & Hove Albion, Yasin Ayari, sebagai opsi utama ketimbang Archie Gray milik Tottenham Hotspur. Dengan dana segar sekitar £70 juta dari penjualan Anthony Gordon ke Barcelona, The Magpies memiliki modal untuk bergerak agresif di bursa transfer musim panas ini.
Manajer Eddie Howe dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk meregenerasi sektor tengah setelah Tonali dipastikan hengkang. Nama Archie Gray sempat mencuat sebagai kandidat kuat, namun banderol £30 juta yang dipatok Spurs untuk pemain berusia 20 tahun itu dinilai terlalu mahal. Apalagi, Gray hanya menjadi penghangat bangku cadangan di Tottenham musim lalu dengan 18 kali starter di Premier League, tidak cukup meyakinkan untuk langsung menjadi andalan.
Di sisi lain, Yasin Ayari menawarkan nilai lebih dengan harga sekitar £20 juta—lebih murah £10 juta dari Gray. Gelandang Swedia berusia 22 tahun itu tampil gemilang bersama Brighton musim lalu, mencetak tiga gol dan tiga assist di Premier League. Pelatih Fabian Hurzeler bahkan menyebutnya sebagai pemain "sangat penting" di skuad The Seagulls. Keunggulan lain, Ayari sudah tampil di Piala Dunia 2026 bersama Swedia, menunjukkan kesiapan mental dan fisik untuk bersaing di level tertinggi.
Keputusan Newcastle untuk mengalihkan fokus ke Ayari juga didorong oleh keberadaan Lewis Miley di skuad utama. Gelandang muda Inggris yang dijuluki "bintang muda Inggris berikutnya" oleh Pat Nevin itu dianggap memiliki potensi setara Gray, sehingga merekrut Gray dianggap tidak efisien. Dengan Ayari, Newcastle mendapatkan pemain yang lebih matang dan bisa langsung bersaing memperebutkan posisi inti, terutama sebagai gelandang serang (nomor 10)—posisi yang tidak terlalu padat di St James' Park.
Namun, perburuan Ayari tidak akan mudah. Chelsea dan Liverpool juga dikabarkan tertarik memboyong pemain jebolan akademi AIK Solna tersebut. Newcastle mungkin bisa memanfaatkan hubungan baik dengan Anthony Elanga, rekan setim Ayari di timnas Swedia, sebagai daya tarik tambahan. Jika berhasil merekrut Ayari, Newcastle tidak hanya mendapatkan pemain berkualitas tetapi juga mengirim sinyal kuat ke rival-rival Premier League bahwa mereka serius membangun tim.
Dengan dana melimpah hasil penjualan Gordon, Newcastle berada di posisi yang tepat untuk bergerak cepat. Pertanyaan besarnya: apakah Eddie Howe akan berani mengambil risiko dengan pemain muda seperti Ayari, atau justru memilih opsi lain yang lebih berpengalaman? Keputusan dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah musim depan The Magpies.



