Newcastle Siapkan Dana Besar: Johan Manzambi atau Archie Gray untuk Gantikan Tonali?
Baca dalam 60 detik
- Newcastle United membidik dua gelandang muda, Archie Gray dan Johan Manzambi, di tengah ancaman kehilangan Sandro Tonali dan Bruno Guimaraes.
- Manzambi, bintang Swiss di Piala Dunia 2026, dinilai lebih unggul dari Gray dalam produktivitas gol, kreativitas, dan kontribusi defensif.
- Keputusan transfer ini akan menentukan arah regenerasi lini tengah Newcastle yang bisa bernilai hingga ยฃ42 juta.

Newcastle United tengah bersiap menghadapi gelombang kepergian pemain kunci di lini tengah. Sandro Tonali dikabarkan akan menyusul Mateus Fernandes ke Tottenham Hotspur, sementara kapten Bruno Guimaraes menjadi incaran Arsenal. Dalam situasi genting ini, manajemen The Magpies bergerak cepat dengan mengincar dua talenta muda: Archie Gray dari Spurs dan Johan Manzambi dari Freiburg.
Menurut laporan Fabrizio Romano, Newcastle telah mengajukan tawaran untuk Gray, meski langsung ditolak. Namun, klub asal Tyneside itu tidak patah arang. Daily Mail mengabarkan bahwa negosiasi dengan Freiburg untuk Manzambi terus berjalan. Gelandang Swiss berusia 20 tahun itu disebut memiliki masa depan cerah dan banderol sekitar ยฃ42 juta.
Gray, yang sempat bersinar di Tottenham pada musim 2025/26, dianggap sebagai investasi jangka panjang ala Lewis Hall atau Tino Livramento. Ia pernah disebut sebagai "young Declan Rice" setelah penampilan gemilang melawan Atletico Madrid di Liga Champions. Namun, statistik menunjukkan bahwa Manzambi menawarkan lebih banyak dalam hal produktivitas dan fleksibilitas.
Analis Spencer Mossman bahkan menyebut Manzambi sebagai "pemain U21 paling unik di planet saat ini". Kemampuannya bermain sebagai gelandang serang, gelandang tengah, atau sayap membuatnya seperti "pisau Swiss Army" di lapangan. Di Piala Dunia 2026, ia sudah mencetak tiga gol untuk Swiss. Prestasi itu melengkapi gelar Pemain Terbaik Europa League musim lalu setelah membawa Freiburg ke final.
Dari sisi defensif, Manzambi juga unggul. Ia mencatat tekel dan intersep lebih banyak per pertandingan dibanding Gray. Meski Gray lebih sering beroperasi sebagai gelandang bertahan, perbandingan ini menunjukkan bahwa Manzambi memiliki kontribusi dua arah yang lebih seimbang.
Bagi Newcastle, kehilangan Tonali dan Guimaraes dalam satu musim panas bisa menjadi pukulan telak. Namun, jika dana yang diperoleh dari penjualan keduanya digunakan untuk mendatangkan Manzambi, bukan tidak mungkin lini tengah justru mendapatkan energi baru. Manzambi, yang menjadi pusat permainan Freiburg dengan 26 starter di Bundesliga, dinilai siap menjadi andalan di Premier League.
Keputusan akhir ada di tangan Eddie Howe. Apakah ia akan merekrut Gray yang sudah terbukti di Inggris, atau berinvestasi pada Manzambi yang bersinar di panggung Eropa? Satu hal pasti: Newcastle tidak bisa lagi salah urus dalam belanja pemain setelah kegagalan musim lalu. Langkah berikutnya akan menentukan apakah The Magpies mampu bangkit atau justru terpuruk lebih dalam.



