Arsenal dan Chelsea Kepincut, Man City Tegas: Ruben Dias Tak Dijual
Baca dalam 60 detik
- Manchester City menolak tawaran untuk Ruben Dias setelah Arsenal dan Chelsea menunjukkan minat pada bek tengah Portugal tersebut.
- Dias, yang telah menjadi pilar pertahanan City sejak 2020, dihargai sekitar £80 juta dengan gaji £183.000 per pekan.
- Arsenal dinilai tidak terlalu membutuhkan Dias karena lini belakang sudah solid, sementara Chelsea masih berburu bek tengah elite.

Manchester City menegaskan tidak akan melepas Ruben Dias di bursa transfer mendatang meskipun Arsenal dan Chelsea dikabarkan tertarik mendatangkan bek tengah asal Portugal tersebut. Sikap tegas The Citizens ini muncul setelah laporan menyebut kedua klub asal London itu melakukan pendekatan awal, dengan Chelsea bahkan telah mengajukan pertanyaan resmi bulan lalu.
Menurut jurnalis transfer Graeme Bailey dari TEAMtalk, City langsung bereaksi keras begitu rumor perpindahan Dias mencuat. “Mereka tidak mau mendengar tawaran apa pun,” tulis Bailey dalam laporannya. Dias, yang kini berusia 29 tahun, telah menjadi andalan di lini belakang City sejak bergabung dari Benfica pada 2020 dengan nilai transfer sekitar £65 juta. Dalam enam musim, ia mencatatkan lebih dari 250 penampilan dan ikut mengantarkan City meraih treble 2023 serta beberapa gelar Premier League.
Konsistensi Dias juga terlihat di level internasional. Ia hampir mengoleksi 80 caps bersama Portugal dan menjadi starter di hampir semua laga Piala Dunia 2026, menjadikannya pilar utama di bawah asuhan Roberto Martinez. Musim 2025/2026, meski sempat terganggu cedera hamstring, Dias tetap tampil impresif saat fit dan dianggap sebagai salah satu bek tengah paling andal di Premier League, terutama dalam hal distribusi bola dan organisasi pertahanan.
Dari sisi Arsenal, minat terhadap Dias lebih terlihat sebagai bentuk apresiasi ketimbang kebutuhan mendesak. Mikel Arteta telah membangun pertahanan yang sangat solid dengan duet utama William Saliba dan Gabriel Magalhaes, ditambah fleksibilitas Ben White yang bisa bermain di beberapa posisi. Pada musim panas lalu, Arsenal juga menambah kedalaman dengan merekrut Cristhian Mosquera, Piero Hincapie, dan Riccardo Calafiori. Dengan demikian, lini belakang The Gunners sudah termasuk yang paling stabil di Eropa, sehingga mendatangkan Dias justru berpotensi mengganggu keseimbangan dan memaksa satu atau dua pemain hengkang.
Situasi berbeda dialami Chelsea. Di bawah pelatih baru Xabi Alonso, The Blues berencana mendatangkan bek tengah bintang untuk memperkuat pertahanan yang kerap rapuh. Namun, sikap City yang tidak mau bernegosiasi membuat Chelsea harus mengalihkan incaran ke target lain, seperti Maxence Lacroix. Meski demikian, secara finansial, merekrut Dias akan sangat berat. Gajinya yang tinggi dan biaya transfer yang bisa menembus £80 juta membuat total paket mencapai lebih dari £120 juta—sebuah angka yang hanya bisa dijangkau oleh klub dengan struktur keuangan elite.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan betapa sulitnya merekrut pemain papan atas dari klub sekelas City, terutama ketika pemain tersebut masih terikat kontrak jangka panjang. Arsenal dan Chelsea, dua klub dengan basis penggemar besar di Indonesia, harus mencari alternatif jika ingin memperkuat lini belakang. Pertanyaan besarnya: akankah Chelsea berhasil mendapatkan bek tengah impian mereka di bursa mendatang, atau justru Arsenal yang akan melakukan kejutan dengan merekrut pemain lain?



