Spanyol, Jepang, dan Brasil Amankan Tiket Pertama ke Olimpiade Los Angeles 2028
Baca dalam 60 detik
- Tiga negara memastikan diri lolos ke nomor beregu ritmik Olimpiade 2028 setelah menembus podium Kejuaraan Dunia di Frankfurt.
- Jepang meraih tiket pertamanya untuk LA Games di semua cabang, sekaligus kembali ke pentas Olimpiade setelah absen di Paris.
- Slot berikutnya akan diperebutkan melalui seri Piala Dunia 2027, Kejuaraan Dunia 2027, dan kejuaraan kontinental 2028.

Frankfurt, 16 Agustus โ Spanyol, Jepang, dan Brasil menjadi tiga negara pertama yang memastikan tempat di nomor beregu ritmik Olimpiade Los Angeles 2028, setelah finis di podium Kejuaraan Dunia Senam Ritmik yang berlangsung akhir pekan ini. Spanyol keluar sebagai juara dunia, disusul Jepang di posisi kedua, sementara Brasil merebut perunggu sekaligus mengunci tiket terakhir yang tersedia dari ajang tersebut.
Bagi Jepang, pencapaian ini bukan sekadar tiket Olimpiade. Tim yang diperkuat Hisano Taguchi, Megumi Nishimoto, Kaseno Tanabe, Natsumi Hanamura, Yuna Tanaka, dan Rin Manabe ini menjadi wakil pertama Negeri Sakura yang lolos ke Los Angeles Games di semua cabang olahraga. Lebih dari itu, ini adalah kembalinya Jepang ke kompetisi grup all-around Olimpiade setelah terakhir tampil di Tokyo 2021. Keberhasilan ini juga menjadi penebusan bagi Taguchi dan Nishimoto yang sebelumnya gagal menembus kualifikasi Olimpiade Paris.
"Sekarang saya memakai medali yang berat ini, hati saya benar-benar penuh," ujar Taguchi, seperti dikutip dari pernyataan resmi. "Karena saya dan Nishimoto sebelumnya gagal lolos ke Paris, kesempatan untuk tampil di Los Angeles ini terasa lebih berarti bagi kami daripada siapa pun. Bisa mendapatkannya tahun ini benar-benar memberi kami dorongan percaya diri yang besar."
Kemenangan Spanyol di Frankfurt menegaskan dominasi mereka di pentas dunia, sementara Brasil menunjukkan konsistensi yang mengesankan dengan merebut perunggu. Ketiga negara ini kini tinggal menunggu kepastian jadwal dan persiapan menuju LA 2028, yang akan menjadi panggung bagi persaingan yang semakin ketat di cabang senam ritmik.
Bagi Indonesia, kabar ini menjadi pengingat akan pentingnya pembinaan atlet ritmik sejak dini. Meski belum memiliki wakil di ajang sekelas ini, perkembangan pesat negara-negara seperti Brasil dan Jepang menunjukkan bahwa dengan program yang tepat, peluang untuk bersaing di level tertinggi bukanlah mimpi. Federasi Senam Indonesia (Persani) dapat menjadikan pencapaian ini sebagai tolok ukur untuk memperkuat pembinaan atlet ritmik, baik dari segi pelatihan, fasilitas, maupun kompetisi domestik.
Ke depan, persaingan untuk memperebutkan tiket Olimpiade akan semakin sengit. Kuota berikutnya akan diperebutkan melalui seri Piala Dunia 2027, Kejuaraan Dunia 2027, dan kejuaraan kontinental 2028. Ini berarti negara-negara yang gagal di Frankfurt masih memiliki peluang untuk tampil di LA, asalkan mampu konsisten dan tampil maksimal di ajang-ajang kualifikasi tersebut.
Pertanyaannya, akankah Indonesia mampu menembus persaingan ini? Dengan pembinaan yang serius dan dukungan penuh dari pemerintah serta publik, bukan tidak mungkin atlet ritmik Indonesia suatu hari nanti akan berdiri di podium Olimpiade. Namun, itu membutuhkan komitmen jangka panjang dan strategi yang matang, bukan sekadar mimpi.



