Osimhen Incaran Baru Spurs: Pewaris Berbatov di Lini Depan?
Baca dalam 60 detik
- Tottenham dikabarkan mempertimbangkan Victor Osimhen sebagai pengganti Harry Kane, menyusul kegagalan Richarlison dan Solanke.
- Rekor gol Osimhen di berbagai liga membuatnya layak dibandingkan dengan Dimitar Berbatov, yang sukses di Spurs meski tanpa pengalaman Premier League.
- Kesepakatan masih jauh, dengan tuntutan gaji tinggi menjadi kendala, tetapi minat pemain untuk pindah ke Inggris membuka peluang.

Setelah dua musim bergulat dengan krisis gol pasca-kepergian Harry Kane, Tottenham Hotspur kembali memutar otak. Kabar terbaru menyebut klub London Utara itu tengah mengamati Victor Osimhen, penyerang Galatasaray yang dianggap punya profil mirip Dimitar Berbatov—bintang Bulgaria yang pernah bersinar di White Hart Lane dua dekade lalu.
Upaya Spurs menggantikan Kane dengan pemain 'terbukti' dari Premier League sejauh ini menuai hasil mengecewakan. Richarlison yang ditebus 60 juta pound hanya mencetak 27 gol liga dalam empat musim, sementara Dominic Solanke, rekrutan 2024, baru mengemas 12 gol dalam dua tahun. Angka-angka itu kontras dengan produktivitas Kane yang konsisten di atas 20 gol per musim.
Rencana memboyong Eli Junior Kroupi dari Bournemouth pun kandas akibat cedera, menyisakan waktu kurang dari tiga pekan bagi manajer Roberto De Zerbi untuk memperkuat lini depan. Situasi ini memaksa manajemen ENIC melebarkan opsi, termasuk melihat ke luar Inggris—sebuah strategi yang pernah berhasil saat mendatangkan Berbatov dari Bayer Leverkusen pada 2006.
Menurut laporan TEAMtalk, Spurs dan Arsenal sama-sama mengadakan pembicaraan internal mengenai kemungkinan merekrut Osimhen. Namun, belum ada tawaran resmi. Hambatan terbesar adalah tuntutan gaji pemain Nigeria itu yang disebut sangat tinggi. Meski begitu, sang pemain dikabarkan 'tertarik' pindah ke Inggris setelah sebelumnya gagal bergabung dengan Chelsea.
Perbandingan dengan Berbatov memang menggiurkan. Berbatov tiba di Spurs dengan rekor 91 gol dalam 202 laga untuk Leverkusen, lalu langsung mencetak 75 gol dan assist dalam 102 penampilan. Osimhen, yang kini berusia 27 tahun—dua tahun lebih tua dari Berbatov saat itu—telah membuktikan ketajamannya di Prancis, Belgia, Italia, dan Turki. Gelar Scudetto bersama Napoli pada 2022/23 menjadi bukti kemampuannya di panggung elite Eropa.
Rekan senegaranya, Peter Etebo, menyebut Osimhen sebagai "salah satu striker terbaik dunia". Gaya bermainnya memang berbeda dari Berbatov—lebih mengandalkan kecepatan dan kekuatan—tetapi ia juga punya sentuhan halus, seperti assist spektakuler untuk Khvicha Kvaratskhelia saat melawan Cagliari. Ia adalah target man sejati, mirip Berbatov yang juga kuat dalam duel fisik.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, minat Spurs pada Osimhen menjadi sinyal bahwa klub-klub besar Eropa mulai berani berinvestasi pada striker dari luar lima liga top. Ini bisa membuka peluang bagi pemain Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk lebih dilirik jika mampu tampil konsisten di kompetisi Eropa. Namun, persaingan tetap ketat mengingat banyaknya klub kaya yang memburu pemain sekelas Osimhen.
Keputusan Spurs untuk mengejar Osimhen atau tidak akan menjadi ujian bagi ambisi De Zerbi dan ENIC. Apakah mereka berani mengambil risiko finansial demi mendatangkan striker kelas dunia, atau kembali memilih opsi yang lebih aman? Jendela transfer masih terbuka, dan langkah Spurs dalam beberapa pekan ke depan akan menentukan arah musim mereka.



