Bamsoet Desak Usut Tuntas Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh: Jangan Generalisasi Masyarakat
Baca dalam 60 detik
- Anggota DPR RI Bambang Soesatyo meminta aparat menindak tegas pelaku pengibaran bendera GAM di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada peringatan Hari Damai Aceh ke-21.
- Bamsoet menekankan pentingnya investigasi yang profesional dan transparan agar tindakan segelintir orang tidak mencoreng citra masyarakat Aceh secara keseluruhan.
- Ia mendorong evaluasi menyeluruh oleh pemerintah pusat dan Aceh untuk mencegah insiden serupa serta memastikan aspirasi daerah tersalurkan melalui jalur dialog.

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas aksi pengibaran bendera bulan bintang di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, yang terjadi pada Sabtu (15/8). Dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, ia menegaskan bahwa pelaku harus ditindak sesuai hukum yang berlaku, sembari mengingatkan agar penegakan hukum tidak memicu konflik baru.
Peristiwa yang berlangsung saat peringatan Hari Damai Aceh ke-21 itu memicu kericuhan dan menurunkan bendera Merah Putih. Bamsoet menilai tindakan tersebut berpotensi mengganggu semangat perdamaian yang telah dibangun selama 21 tahun terakhir. Ia meminta aparat membedakan antara warga yang menyampaikan aspirasi secara damai dengan pihak yang melakukan provokasi atau merendahkan simbol negara.
Menurut Bamsoet, pendekatan hukum yang tepat diperlukan untuk menjaga wibawa negara sekaligus mencegah munculnya anggapan bahwa masyarakat Aceh secara keseluruhan kembali terlibat dalam konflik. โPerlu dilakukan investigasi menyeluruh secara profesional, objektif, dan transparan. Jangan sampai ulah segelintir orang kemudian digeneralisasi sebagai sikap seluruh masyarakat Aceh,โ ujarnya.
Ia juga mendesak pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang. Bamsoet menekankan pentingnya menyerap aspirasi masyarakat Aceh dengan baik, terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan kekhususan Aceh, kesejahteraan, sumber daya alam, dan infrastruktur. Semua persoalan, kata dia, harus diselesaikan melalui jalur politik, hukum, dan dialog.
Bamsoet mengajak seluruh elemen masyarakat Acehโtokoh agama, tokoh adat, mantan kombatan, tokoh masyarakat, pemuda, dan kelompok sipilโuntuk tidak terjebak provokasi. โAceh sudah membuktikan bahwa perbedaan dan konflik dapat diselesaikan melalui meja perundingan. Jika masih ada persoalan yang dirasakan belum tuntas, semuanya harus diperjuangkan melalui jalur politik, hukum, dan dialog,โ katanya. Ia meminta semua pihak menahan diri dan bersama-sama merawat perdamaian.
Insiden ini menjadi ujian bagi ketahanan perdamaian Aceh pasca-konflik. Di satu sisi, aparat dituntut bertindak tegas, namun di sisi lain harus menjaga kepercayaan masyarakat. Pertanyaannya, bagaimana pemerintah menyeimbangkan penegakan hukum dengan pendekatan dialogis agar momentum perdamaian tidak tergerus oleh aksi segelintir orang?



