Angka Kematian Jemaah Haji Jatim Turun 28 Persen, Menhaj: Masih Belum Ideal
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Haji mencatat penurunan 28% angka kematian jemaah asal Jawa Timur pada musim haji 2026, dari 107 menjadi 77 orang.
- Secara nasional, angka kematian jemaah turun sekitar 20%, namun Menteri Haji menilai capaian ini belum memuaskan.
- Pemerintah akan memperketat pemeriksaan kesehatan (istitha'ah) pada penyelenggaraan haji 2027 sebagai upaya menekan angka kematian lebih lanjut.

Angka kematian jemaah haji asal Jawa Timur pada musim haji 2026 tercatat turun 28 persen dibanding tahun sebelumnya, namun Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan capaian itu masih jauh dari target yang diharapkan.
Dalam keterangannya di sela penutupan operasional pemulangan jemaah di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Rabu (1/7), Gus Irfan—sapaan akrabnya—merinci bahwa jumlah jemaah wafat dari Jawa Timur berkurang dari 107 orang pada 2025 menjadi 77 orang tahun ini. "Alhamdulillah, berkurang 30 orang atau sekitar 28 persen," ujarnya. Meski demikian, ia menekankan bahwa angka tersebut belum ideal dan pihaknya akan terus berupaya menekan angka kematian lebih rendah lagi.
Secara nasional, tren serupa juga terlihat. Kementerian Haji mencatat penurunan angka kematian jemaah secara keseluruhan sekitar 20 persen dibanding musim haji sebelumnya. Namun, Gus Irfan mengakui bahwa hasil tersebut belum memuaskan. "Kita tahun ini sudah berhasil menurunkan tingkat kematian sekitar 20 sekian persen, tapi itu belum angka yang memuaskan," katanya. Ia berjanji akan memperketat pelaksanaan istitha'ah atau pemeriksaan kesehatan jemaah pada penyelenggaraan haji tahun 2027 mendatang.
Lebih lanjut, Gus Irfan membeberkan bahwa secara nasional tercatat 367 jemaah dan satu petugas haji meninggal dunia di Arab Saudi selama musim haji tahun ini. Jumlah ini, menurutnya, masih cukup besar meskipun jauh lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. "Bagi jemaah yang wafat, kita doakan semoga husnul khatimah. Keluarga bisa mengajukan klaim asuransi jiwa yang akan kami bantu juga," tambahnya.
Selain jemaah yang wafat, Kementerian Haji mencatat masih ada puluhan jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi hingga saat ini, tersebar di tiga kota: 7 orang di Jeddah, 31 orang di Madinah, dan 22 orang di Mekah. Gus Irfan menyatakan pihaknya akan meninjau seluruh aspek penyelenggaraan haji, termasuk istitha'ah kesehatan. Forum evaluasi menyeluruh dijadwalkan digelar mulai akhir pekan ini selama tiga hari. "Kita akan menilai semua aspek yang kita lakukan," pungkasnya.
Penurunan angka kematian ini menjadi sinyal positif bagi perbaikan tata kelola haji Indonesia. Namun, dengan masih adanya puluhan jemaah yang dirawat dan angka kematian yang dinilai belum ideal, publik menanti langkah konkret pemerintah dalam memperketat pemeriksaan kesehatan jemaah. Akankah target zero kematian jemaah haji dapat tercapai dalam beberapa tahun ke depan?



