Anthropic Bidik Valuasi Rp3.000 Triliun di IPO, Wall Street Pertaruhkan Proyeksi Pendapatan 2028
Baca dalam 60 detik
- Anthropic memproyeksikan pendapatan 2028 mencapai US$190-200 miliar, menjadi dasar valuasi IPO yang bisa menembus US$2 triliun.
- Investor dan bankir menggunakan kelipatan pendapatan dua tahun ke depan, sebuah penyimpangan dari praktik umum yang biasanya melihat satu tahun.
- Keberhasilan IPO ini akan menjadi ujian bagi pasar modal global, termasuk Indonesia, dalam menilai perusahaan AI yang masih membakar uang.

Anthropic, perusahaan kecerdasan buatan di balik model Claude, sedang mempersiapkan salah satu penawaran umum perdana (IPO) terbesar dalam sejarah. Wall Street, yang biasanya konservatif, kini berani melonggarkan standar penilaian dengan mematok valuasi berdasarkan proyeksi pendapatan dua tahun ke depan, yakni US$190-200 miliar pada 2028. Angka ini jauh melampaui perkiraan pendapatan berjalan perusahaan yang baru dipublikasikan pada Mei lalu, yaitu US$47 miliar.
Lonjakan proyeksi ini mencerminkan keyakinan investor bahwa pertumbuhan Anthropic akan eksponensial, seiring meningkatnya adopsi AI di berbagai sektor. Namun, di balik optimisme itu, terdapat risiko besar: perusahaan masih mengeluarkan dana masif untuk infrastruktur komputasi, pelatihan model, dan perekrutan talenta. Margin keuntungan pun masih tertekan, sehingga valuasi yang tinggi menjadi taruhan berani yang bisa berujung pada koreksi tajam jika target tidak tercapai.
Dalam proses IPO, para bankir dan investor menggunakan kelipatan nilai perusahaan terhadap pendapatan (enterprise value-to-revenue) berdasarkan proyeksi 2028. Pendekatan ini lazim untuk perusahaan teknologi dengan pertumbuhan tinggi yang belum memiliki profil laba matang. Namun, melihat dua tahun ke depan adalah hal yang tidak biasa, menunjukkan kecepatan ekspansi Anthropic dan kesulitan menetapkan tolok ukur di tengah belanja infrastruktur yang masih deras.
Ada preseden untuk pendekatan ini. Cerebras Systems, produsen chip AI, juga menggunakan proyeksi 2028 dalam IPO-nya tahun ini. SpaceX milik Elon Musk bahkan memakai proyeksi hingga 2029 sebelum melantai di bursa dengan valuasi rekor pada Juni lalu. Pola ini menunjukkan bahwa investor semakin terbiasa menilai perusahaan berdasarkan potensi masa depan, bukan kinerja saat ini.
Cloudflare, Palantir, dan SpaceX menjadi pembanding utama valuasi Anthropic. Palantir, dengan kelipatan 53 kali pendapatan tahun ini, adalah salah satu saham termahal di Wall Street. Cloudflare mewakili perusahaan infrastruktur dan perangkat lunak dengan pertumbuhan tinggi, sementara SpaceX menunjukkan bagaimana valuasi bisa didasarkan pada skala masa depan. Ketiganya memberikan lensa berbeda bagi investor untuk menilai Anthropic.
Bagi pasar Indonesia, fenomena ini menjadi pelajaran penting. Investor lokal yang mulai melirik saham teknologi global perlu memahami bahwa valuasi tinggi tidak selalu berarti perusahaan tersebut menguntungkan saat ini. Keputusan investasi harus mempertimbangkan proyeksi jangka panjang, yang bisa berubah seiring dinamika pasar dan teknologi. Regulator seperti OJK juga perlu mengantisipasi arus modal yang mungkin mengikuti tren IPO AI global, dengan memastikan perlindungan investor yang memadai.
Anthropic sendiri belum memberikan komentar resmi. Namun, para analis mengingatkan bahwa valuasi sebesar itu menuntut pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan. "Bisakah Anthropic mencapai valuasi US$2 triliun? Ya, bisa. Tapi saya ragu apakah akan bertahan lama," ujar David Merkel, principal di Aleph Investments. "Apakah AI benar-benar menghasilkan produktivitas tambahan yang sebesar itu? Itu pertanyaan yang harus kita ajukan."
Ke depan, keberhasilan IPO Anthropic akan menjadi ujian bagi pasar modal global dalam menilai perusahaan AI yang masih membakar uang. Jika berhasil, pintu akan terbuka bagi perusahaan sejenis untuk melantai dengan valuasi fantastis. Namun, jika gagal, investor mungkin akan lebih berhati-hati dalam menilai proyeksi yang terlalu optimistis. Pertanyaannya, apakah pasar Indonesia siap menghadapi gejolak yang mungkin timbul dari tren ini?



