Nissan CEO Ivan Espinosa: Tinggalkan Strategi Diskon dan Pasar Rental Demi Kembalikan Citra di AS
Baca dalam 60 detik
- Nissan akan mengurangi ketergantungan pada penjualan ke perusahaan rental dan diskon besar-besaran yang selama ini merusak citra merek.
- CEO Ivan Espinosa mengandalkan model hybrid Rogue dan SUV tangguh Xterra untuk mendongkrak pangsa pasar AS yang merosot dari 9% ke 6%.
- Langkah ini bagian dari rencana restrukturisasi global yang mencakup pemangkasan 15% kapasitas produksi dan tenaga kerja.

Nissan Motor Co. tengah berupaya keras mengubah citranya di Amerika Serikat yang selama ini lekat dengan mobil rental dan diskon besar-besaran. CEO Ivan Espinosa, yang menjabat sejak April 2025, menegaskan bahwa strategi mengejar volume penjualan dengan cara agresif justru merugikan reputasi merek dalam jangka panjang. Dalam wawancara dengan Reuters, Espinosa mengakui bahwa Nissan telah kehilangan arah di pasar AS dengan memprioritaskan kuantitas ketimbang kualitas.
Pangsa pasar Nissan di AS kini hanya sekitar 6%, turun drastis dari 9% satu dekade lalu. Penurunan ini, menurut Espinosa, dipicu oleh kebiasaan memberikan diskon luar biasa dan menjual mobil dalam jumlah besar ke perusahaan rental. Praktik tersebut memang mendongkrak volume penjualan, tetapi secara simultan menggerus nilai jual kembali mobil Nissan dan membuat merek ini dipandang rendah oleh konsumen individu. โDulu kami hanya berpikir volume, volume, volume. Itu bukan cara yang benar dalam menjalankan perusahaan mobil,โ ujar Espinosa, seraya menambahkan bahwa ia ingin โmenjauhโ dari pasar rental.
Alih-alih mengejar volume, Espinosa kini mengincar pertumbuhan penjualan yang sehat. Nissan mulai mempromosikan kualitas produknya, termasuk hasil positif dalam survei JD Power terbaru mengenai kepuasan pemilik mobil baru. Langkah ini diiringi dengan peluncuran sejumlah model anyar yang diharapkan mampu mengerek kembali pamor Nissan di mata konsumen AS. Salah satu andalan adalah versi hybrid dari Rogue, SUV kompak terlaris Nissan, yang akan mulai dijual akhir tahun ini. Espinosa menyesali bahwa Nissan melewatkan peluang besar di segmen hybrid yang melesat populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat harga bensin melonjak akibat konflik Iran.
Tidak hanya itu, Nissan juga berencana menghadirkan SUV tangguh dengan sasis truk, termasuk menghidupkan kembali model Xterra yang sempat populer di AS dari era 1990-an hingga pertengahan 2010-an. Langkah ini menandai pergeseran strategi dari mobil murah dan diskon menuju produk yang lebih bernilai dan berkarakter.
Strategi pemulihan di AS merupakan bagian dari rencana besar Espinosa yang mencakup pemangkasan 15% jejak manufaktur dan tenaga kerja global untuk menekan biaya. Nissan juga tengah menjajaki kemitraan strategis guna mengembangkan teknologi kendaraan, setelah rencana merger dengan Honda gagal terwujud. Langkah ini menunjukkan urgensi Nissan untuk beradaptasi di tengah persaingan ketat industri otomotif global, terutama dari pemain listrik seperti Tesla dan produsen China.
Harry Criswell, pemilik dealer Nissan di kawasan Washington D.C., menyambut optimistis perubahan arah ini. Menurutnya, kunci keberhasilan ada pada kemampuan Espinosa menghadirkan produk yang benar-benar diinginkan pasar. โIni akan berhasil jika ia bisa meluncurkan produk yang wajib dimiliki,โ kata Criswell.
Bagi Indonesia, langkah Nissan ini patut dicermati mengingat pasar otomotif Tanah Air juga diramaikan oleh model-model Nissan seperti X-Trail dan Livina. Jika strategi Espinosa berhasil mengembalikan citra premium Nissan di AS, bukan tidak mungkin pendekatan serupa akan diterapkan di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Namun, tantangan tetap ada: bagaimana menyeimbangkan antara mengejar volume di pasar yang sensitif harga dengan membangun citra merek yang lebih eksklusif.
Ke depan, publik akan menguji apakah Nissan mampu keluar dari jebakan โmobil rentalโ dan kembali menjadi pemain yang diperhitungkan di segmen kendaraan pribadi. Pertanyaan besarnya: apakah konsumen akan memberikan kesempatan kedua pada merek yang sempat terpuruk?



