Juventus Lepas Daffara ke Parma, Suzuki Siap Dijual
Baca dalam 60 detik
- Juventus resmi menjual kiper muda Giovanni Daffara ke Parma dengan nilai transfer sekitar โฌ6 juta plus bonus.
- Langkah ini membuka jalan bagi kepergian Zion Suzuki, yang performanya di Piala Dunia 2026 meningkatkan nilai jualnya.
- Parma disebut akan menjadikan Daffara sebagai kiper utama musim ini, sementara Suzuki diminati klub-klub Eropa.

Juventus secara resmi melepas kiper muda Giovanni Daffara ke Parma dalam kesepakatan senilai sekitar โฌ6 juta ditambah bonus berdasarkan performa. Langkah ini sekaligus mengonfirmasi rencana klub Turin untuk menjual kiper asal Jepang, Zion Suzuki, yang namanya melambung setelah tampil gemilang di Piala Dunia 2026.
Daffara, 21 tahun, merupakan produk akademi Juventus yang sebelumnya memperkuat tim Next Gen dan menjalani masa peminjaman di Avellino (Serie B) musim lalu. Menurut laporan Sportitalia, Juventus juga menyertakan klausul 20 persen dari penjualan di masa depan. Investasi sebesar itu mengindikasikan bahwa Parma berencana menjadikan Daffara sebagai kiper utama mereka musim depan.
Kepergian Daffara sejalan dengan strategi Juventus untuk melepas Suzuki, yang kontraknya diperkirakan akan segera berakhir. Penampilan Suzuki di Piala Dunia 2026โtermasuk penyelamatan gemilangnya saat melawan Vinicius Junior Brasil di babak 32 besarโtelah meningkatkan daya tariknya di mata klub-klub besar Eropa. Manchester United, Bayern Munich, dan Aston Villa disebut-sebut sebagai peminat utama.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan kiper Asia di Eropa selalu menarik perhatian. Suzuki, yang berusia 22 tahun, menjadi contoh bagaimana kiper Asia bisa bersaing di level tertinggi. Keberhasilannya di Piala Dunia juga membuka peluang bagi kiper Indonesia untuk bermimpi menembus klub-klub Eropa, meski masih perlu pembinaan jangka panjang.
Menurut analis pasar transfer Italia, keputusan Juventus melepas dua kiper muda ini menunjukkan fokus klub pada regenerasi dan efisiensi finansial. Daffara dianggap siap menjadi starter di Serie A setelah pengalamannya di Serie B, sementara Suzuki dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kiper top Eropa. Namun, ketergantungan Juventus pada penjualan pemain untuk menyeimbangkan neraca keuangan tetap menjadi sorotan.
Ke depan, langkah Parma yang berani menggelontorkan dana besar untuk Daffara patut diwaspadai. Jika Suzuki benar-benar hengkang, Juventus akan kehilangan dua kiper potensial dalam satu bursa. Pertanyaannya, apakah keputusan ini akan menguntungkan dalam jangka panjang atau justru menjadi bumerang ketika keduanya bersinar di klub lain?



