Diamanti Gantikan Cole di Cesena: Petualangan Baru Eks Bintang Serie A
Baca dalam 60 detik
- Alessandro Diamanti resmi menangani Cesena di Serie B, menggantikan Ashley Cole yang hanya bertahan delapan laga.
- Cole, yang sebelumnya asisten pelatih di beberapa klub Inggris, hanya meraih satu kemenangan selama memimpin Cesena.
- Diamanti, yang belum pernah melatih di Italia, diharapkan membawa pengalaman internasionalnya untuk membangkitkan Cesena.

Kursi pelatih Cesena kembali berganti. Alessandro Diamanti, mantan gelandang timnas Italia, resmi ditunjuk sebagai nahkoda baru klub Serie B tersebut, menggantikan Ashley Cole yang dipecat setelah hanya delapan pertandingan. Keputusan ini menandai debut Diamanti sebagai pelatih kepala di Italia, setelah sebelumnya hanya menangani tim U-23 Melbourne City.
Cesena memang dikenal gemar memberikan kesempatan kepada figur-figur yang minim pengalaman melatih, namun diyakini memiliki potensi besar. Langkah ini kembali mereka ambil setelah era Cole yang singkat dan kurang memuaskan. Mantan bek kiri timnas Inggris itu diangkat pada 15 Maret lalu, dengan latar belakang sebagai asisten pelatih di tim U-21 Inggris, Everton, Chelsea, dan Birmingham City. Namun, hasilnya jauh dari harapan.
Dalam delapan laga di Serie Bโkasta kedua Liga ItaliaโCole hanya mampu mempersembahkan satu kemenangan, tiga hasil imbang, dan empat kekalahan. Catatan tersebut dinilai tidak cukup untuk menyelamatkan posisinya. Manajemen Cesena pun bergerak cepat mencari pengganti, dan pilihan jatuh pada sosok Italia yang telah malang melintang di luar negeri.
Diamanti, yang kini berusia 43 tahun, bukanlah nama asing di sepak bola Italia. Sebagai pemain, ia pernah membela sejumlah klub seperti Bologna, Fiorentina, dan sempat merasakan atmosfer Premier League bersama West Ham United. Kariernya juga membawanya ke China bersama Guangzhou Evergrande dan Australia bersama Western United. Namun, pengalaman melatihnya masih sangat terbatas: hanya menangani tim U-23 Melbourne City sejak Juli 2023 hingga November 2025.
Keputusan Cesena memercayakan kursi pelatih kepada Diamanti tentu berisiko. Namun, klub yang berbasis di Emilia-Romagna itu tampaknya ingin mengulang resep yang pernah berhasil dengan pelatih-pelatih muda lainnya. Bagi Diamanti, ini adalah kesempatan emas untuk membuktikan diri di panggung yang lebih besar. Ia dihadapkan pada tugas berat untuk membangkitkan Cesena yang saat ini terpuruk di papan bawah klasemen Serie B.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan di Serie B mungkin tidak sepopuler Serie A. Namun, kisah Diamanti dan Cole ini menarik untuk dicermati, terutama bagi mereka yang mengikuti perkembangan pelatih-pelatih muda. Pengalaman Cole yang gagal di Cesena menjadi pengingat bahwa menjadi asisten pelatih di klub besar belum tentu menjamin kesuksesan sebagai kepala pelatih. Sementara itu, langkah berani Cesena mempekerjakan Diamanti bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub di Indonesia yang kerap mencari pelatih dengan pengalaman internasional.
Pertanyaan besarnya kini: mampukah Diamanti mengubah nasib Cesena? Ataukah ia akan bernasib sama seperti pendahulunya? Hanya waktu yang bisa menjawab, namun satu hal pasti, Serie B musim ini semakin menarik untuk diikuti.



