PS6 Diprediksi Rilis 2028 Tanpa Drive Cakram, Sony Siapkan Langkah Kontroversial
Baca dalam 60 detik
- Analis Ampere memperkirakan konsol generasi berikutnya dari Sony, PS6, akan meluncur pada akhir 2028 tanpa dukungan pemutar Blu-ray.
- Keputusan ini sejalan dengan rencana Sony menghentikan produksi cakram fisik game PlayStation pada Januari 2028, menandai pergeseran total ke distribusi digital.
- Langkah ini berpotensi memicu kekecewaan di kalangan kolektor game fisik, namun Sony mungkin menyediakan drive eksternal sebagai solusi kompatibilitas mundur.

Sony dikabarkan semakin mantap melangkah menuju era digital penuh pada konsol generasi berikutnya. Analis Piers Harding-Rolls dari firma riset Ampere memperkirakan bahwa PlayStation 6 (PS6) akan dirilis pada akhir 2028 tanpa dilengkapi pemutar Blu-ray, sebuah keputusan yang sejalan dengan penghentian produksi cakram fisik game PlayStation mulai Januari 2028.
Prediksi ini muncul setelah Sony mengonfirmasi akan menghentikan pembuatan cakram untuk game fisik PlayStation pada awal 2028. Harding-Rolls menilai bahwa langkah tersebut hampir memastikan PS6 tidak akan hadir sebelum tahun tersebut. โKami yakin ini menjamin PS6 tidak akan dirilis sebelum 2028. Ampere memperkirakan konsol akan diluncurkan pada akhir 2028,โ ujarnya dalam laporan yang dikutip oleh media teknologi.
Keputusan menghilangkan drive cakram dari versi standar PS6 bukan tanpa risiko. Harding-Rolls mencatat bahwa langkah ini akan memicu kekecewaan di antara gamer yang masih mengoleksi game fisik dan ingin memainkan judul lawas PS4 dan PS5. Namun, Sony kemungkinan akan menawarkan drive tambahan yang dijual terpisah sebagai solusi kompatibilitas mundur. โMenghapus drive akan membuat sebagian gamer kecewa, terutama mereka yang tidak ingin membayar ekstra untuk drive tambahan dan ingin mengakses koleksi game fisik mereka,โ tambah analis tersebut.
Bagi pasar Indonesia, pergeseran ini membawa implikasi tersendiri. Meskipun penetrasi internet dan platform digital seperti PlayStation Store terus tumbuh, masih banyak gamer Tanah Air yang bergantung pada pasar game fisik bekas atau toko ritel. Harga game digital yang kerap lebih mahal dibandingkan versi fisik di beberapa wilayah juga bisa menjadi hambatan. Jika Sony benar-benar menghilangkan drive cakram, gamer Indonesia mungkin harus beradaptasi dengan ekosistem digital yang sepenuhnya terkoneksi internet, sesuatu yang belum merata di seluruh daerah.
Selain itu, ketiadaan drive cakram juga berpotensi memengaruhi pasar game bekas yang cukup aktif di Indonesia. Para kolektor dan pedagang game fisik mungkin akan kehilangan pangsa pasar seiring dengan berkurangnya permintaan terhadap cakram. Di sisi lain, langkah ini bisa mendorong pertumbuhan layanan game digital dan subscription seperti PlayStation Plus, yang sudah mulai populer di kalangan gamer lokal.
Harding-Rolls juga menyoroti bahwa Sony kemungkinan tidak akan menyediakan mekanisme konversi cakram fisik menjadi lisensi digital karena dianggap terlalu rumit dan tidak praktis. โMungkin akan ada proses transfer untuk media fisik lama ke lisensi digital, tapi itu terlalu kompleks,โ katanya. Hal ini berarti koleksi game fisik yang dimiliki gamer saat ini mungkin tidak akan bisa dibawa ke PS6 tanpa drive tambahan.
Ke depan, keputusan Sony ini akan menjadi ujian bagi strategi digital-first di industri konsol. Apakah gamer akan menerima perubahan ini atau justru beralih ke kompetitor yang masih menyediakan opsi fisik? Jawabannya baru akan terlihat setelah PS6 resmi meluncur dan respons pasar mulai terkumpul.



