Boo untuk Enzo Fernandez Warnai Kemenangan Chelsea: Alonso Pamer Formasi Baru
Baca dalam 60 detik
- Enzo Fernandez mendapat cemoohan dari sebagian suporter Chelsea saat laga uji coba melawan Real Sociedad, sehari setelah bursa transfer internal klub ditutup.
- Manajer Xabi Alonso mulai menerapkan formasi 3-4-2-1 yang menjanjikan, dengan Joao Pedro mencetak dua gol dan Morgan Rogers langsung mencetak gol pada debutnya.
- Chelsea masih menghadapi tugas berat memangkas skuad yang membengkak, dengan 15 pemain lebih harus dilepas sebelum jendela transfer ditutup.

Laga uji coba Chelsea melawan Real Sociedad di Stamford Bridge, Sabtu (16/8), berakhir dengan kemenangan 3-1, namun sorotan justru tertuju pada aksi sebagian suporter yang mencemooh Enzo Fernandez. Kurang dari 24 jam setelah batas waktu transfer internal klub, gelandang asal Argentina itu mendapat sambutan dingin saat masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Fernandez, yang santer dikaitkan dengan Real Madrid dan Manchester City, gagal pindah karena tidak ada klub yang memenuhi banderol 120 juta poundsterling. Ketidakpuasan suporter berakar pada sikapnya yang secara terbuka ingin hengkang, bahkan agennya, Javier Pastore, sempat menyuarakan ketidakpuasan soal gaji. Meski demikian, sebagian pendukung lain justru meneriakkan namanya, menunjukkan perpecahan di tribun.
Di tengah hiruk-pikuk tersebut, manajer Xabi Alonso mulai memperlihatkan cetak biru permainannya. Ia menerapkan formasi 3-4-2-1 yang sebelumnya sukses mengalahkan AC Milan 3-0. Joao Pedro tampil gemilang dengan dua gol, sementara rekrutan anyar Morgan Rogers langsung mencetak gol pada menit ketujuh debutnya. Rogers, yang dibeli dengan rekor klub 117 juta poundsterling, tampil menjanjikan meski baru berlatih kurang dari sepekan.
Kemenangan ini tak lepas dari kekhawatiran akan kedalaman skuad. Chelsea masih memiliki 40 pemain senior, dan Alonso harus memarkir sejumlah nama seperti Nicolas Jackson, Liam Delap, dan Mykhailo Mudryk yang kabarnya masuk daftar jual. Tugas memangkas skuad menjadi 25 pemain sebelum 1 September menjadi pekerjaan rumah besar, dengan setidaknya 15 pemain harus dilepas.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, dinamika di Chelsea ini menarik dicermati. Keputusan Alonso untuk tidak memainkan sejumlah pemain yang masuk daftar jual menunjukkan ketegasan manajer baru dalam membangun skuad. Namun, kegagalan Chelsea melepas pemain bisa berdampak pada keuangan klub, mengingat aturan Financial Fair Play yang ketat. Ini juga menjadi pelajaran bagi klub-klub Asia, termasuk Indonesia, tentang pentingnya manajemen skuad yang efisien.
Alonso sendiri menegaskan tidak akan terpaku pada satu formasi, tetapi 3-4-2-1 tampaknya menjadi pilihan utama. Dengan kembalinya Reece James sebagai kapten dan duet lini tengah yang solid, Chelsea optimistis menatap laga pembuka Premier League melawan Fulham. Pertanyaannya, akankah saga transfer Fernandez benar-benar usai? Atau mampukah Manchester City kembali menggodanya sebelum 1 September?



