Nico González Kembali ke Pelukan Simeone? Juventus Pasang Harga Rp500 Miliar
Baca dalam 60 detik
- Atlético Madrid menginginkan kepulangan Nico González, tetapi Juventus bersikukuh pada banderol €30 juta.
- Situasi ini menjadi bagian dari rencana besar Juventus untuk merombak skuad dan meraup dana segar di bursa transfer.
- Keputusan akhir ada di tangan Atlético; jika serius, kedua klub diyakini bisa mencapai kompromi sebelum bursa tutup.

Atlético Madrid kembali mengintensifkan upaya untuk memboyong Nico González ke Spanyol, namun Juventus menolak melunak dari harga yang telah ditetapkan. Klub asal Turin itu membanderol pemain sayap asal Argentina tersebut dengan nilai sekitar €30 juta atau setara Rp500 miliar, dan belum berniat menurunkan angka tersebut meski tekanan untuk melepas pemain kian besar.
Menurut laporan Tuttosport, González disebut sangat ingin kembali bekerja sama dengan Diego Simeone, pelatih yang pernah meminjamnya musim lalu. Pemain berusia 26 tahun itu bahkan telah kembali berlatih di Continassa pekan ini, tetapi ia merasa hanya "singgah" dan tetap mendorong kepindahan ke Spanyol, meski telah melakukan pembicaraan dengan pelatih asal Argentina tersebut.
Keputusan kini berada di tangan Atlético. Juventus menilai jika Los Colchoneros benar-benar menginginkan González, maka kompromi yang memuaskan semua pihak masih bisa dicapai. Namun, sikap tegas Juventus ini bukan tanpa alasan; klub membutuhkan pemasukan untuk mendanai perombakan skuad yang tengah berjalan.
Situasi González hanyalah satu dari sekian rencana Juventus untuk menyeimbangkan keuangan dan fleksibilitas dalam negosiasi. Marseille, misalnya, terpantau mengirim utusan ke Turin untuk memantau kiper Michele Di Gregorio dan bek Federico Gatti, dua pemain yang berpotensi hengkang jika ada tawaran yang sesuai. Sementara itu, Jonathan David yang diincar Aston Villa masih belum terburu-buru menentukan masa depannya, dan nasib Arkadiusz Milik serta Arthur juga masih menggantung.
Di sisi lain, Fabio Miretti justru ingin pindah demi mendapatkan menit bermain reguler, tetapi minat dari Bologna dan Lazio tidak berlanjut. Dengan bursa transfer yang diprediksi memanas setelah Ferragosto, Juventus bersiap menghadapi dua pekan terakhir yang sibuk, di mana keputusan untuk melepas pemain akan menentukan langkah selanjutnya.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, saga transfer ini menarik karena menunjukkan bagaimana klub-klub Eropa, termasuk raksasa seperti Juventus, harus pintar mengatur keuangan di tengah persaingan yang ketat. Keputusan untuk mempertahankan harga tinggi atau melepas pemain dengan harga lebih rendah akan berdampak pada kekuatan skuad musim depan, yang pada akhirnya juga memengaruhi persaingan di kompetisi Eropa yang kerap disaksikan penggemar Tanah Air.
Ke depan, pertanyaannya adalah apakah Atlético bersedia memenuhi permintaan Juventus atau mencoba menawar dengan skema peminjaman plus kewajiban membeli. Jika kesepakatan tercapai, González akan kembali menjadi andalan Simeone, sementara Juventus mendapatkan dana segar untuk merekrut pemain baru. Namun, jika buntu, bukan tidak mungkin pemain lain yang menjadi korban demi menyeimbangkan pembukuan klub.



