Lionel Richie Kembali ke Panggung Usai Kolaps, Sindir Teman yang Suruh Istirahat
Baca dalam 60 detik
- Lionel Richie tampil di Pittsburgh hanya beberapa hari setelah dirawat akibat pusing di atas panggung, menunjukkan pemulihan yang cepat.
- Pelantun 'Hello' itu mengabaikan saran teman-temannya untuk beristirahat lebih lama, dan malah bercanda dengan penonton tentang kondisinya.
- Konser tersebut menjadi bukti ketangguhan sang legenda, sekaligus mengundang dukungan dari mantan istrinya, Brenda Richie, di media sosial.

Lionel Richie kembali menghibur ribuan penggemar di Pittsburgh, Selasa (30/6) malam, hanya beberapa hari setelah dilarikan ke rumah sakit akibat serangan pusing di atas panggung. Penampilan di PPG Paints Arena itu menjadi jawaban atas kekhawatiran publik sekaligus sindiran halus kepada teman-temannya yang mendesaknya untuk beristirahat lebih lama.
Penyanyi berusia 77 tahun itu sempat menghentikan konser pembuka tur terbarunya di St. Paul, Minnesota, pekan lalu setelah mengalami pusing mendadak saat membawakan lagu Dancing on the Ceiling. Ia dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan, namun tak butuh waktu lama baginya untuk kembali ke panggung.
Di Pittsburgh, Richie tampil penuh energi, bergoyang di tengah semburan kabut panggung, seolah ingin membuktikan bahwa kondisinya sudah pulih. "Aku membuat kalian khawatir sebentar, ya?" candanya kepada penonton. "Kalian tidak tahu apa yang aku alami dalam 24 jam terakhir, mendengarkan teman-temanku memberi saran tentang apa yang harus aku lakukan."
Sepanjang malam, Richie membawakan deretan lagu legendaris, termasuk Hello, Running with the Night, serta hits Commodores seperti Easy dan Three Times a Lady. Salah satu momen paling menghibur terjadi saat ia mengomentari tarian penonton setelah lagu Brick House. "Aku punya kursi terbaik di rumah ini. Aku melihat semuanya. Dan itu adalah tarian paling nakal yang pernah kulihat seumur hidupku. Jika cucu dan anak-anak bisa melihat Ibu dan Ayah dalam kondisi ini..." ujarnya disambut tawa.
Pertunjukan juga dimeriahkan oleh duet virtual dengan mendiang Kenny Rogers untuk lagu Ladyโyang ditulis Richie untuk sahabatnya ituโserta penampilan We Are the World, lagu amal yang ia ciptakan bersama Michael Jackson. Konser ditutup dengan All Night Long (All Night) yang membuat penonton bergoyang hingga akhir.
Di media sosial, dukungan untuk Richie datang dari mantan istrinya, Brenda Richie, yang menikah dengannya dari 1975 hingga 1993. Brenda membagikan ulang cuitan seorang penggemar yang berbunyi, "Dia ikonik. Dia TIDAK butuh siapa pun untuk menyuruhnya kapan harus berhenti." Langkah itu menunjukkan bahwa meski telah bercerai, Brenda tetap mendukung keputusan Richie untuk terus berkarya.
Bagi penggemar musik di Indonesia, kisah Lionel Richie menjadi pengingat bahwa semangat seorang seniman sejati tak pernah padam meski usia dan kesehatan menjadi tantangan. Konser ini juga menegaskan bahwa Richie masih mampu menghibur lintas generasi, termasuk di era di mana musik digital mendominasi. Pertanyaannya, akankah ia membawa tur ini ke Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memiliki basis penggemar setia musik soul dan pop klasik?



