Natasha Bedingfield di Usia 44: Vokal Lebih Matang, Panggung Lebih Berani
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi Natasha Bedingfield mengaku kualitas vokalnya meningkat signifikan setelah dua dekade berkarier, dan rasa gugup di panggung kini sirna.
- Lagu legendaris 'Unwritten' yang dirilis 2004 kembali populer berkat TikTok dan film, menjadi simbol keberanian melepas inhibisi bagi penonton.
- Penampilannya di Halo Festival, festival baru di Ipswich, dinilai sebagai ajang menentukan budaya acara yang belum terbentuk sebelumnya.

Dua puluh satu tahun setelah debutnya dengan album Unwritten, Natasha Bedingfield menegaskan bahwa dirinya justru semakin baik sebagai penyanyi seiring bertambahnya usia. Di usia 44 tahun, pelantun These Words itu mengaku tidak lagi merasa gugup saat tampil di atas panggungโsebuah transformasi yang jarang terdengar di industri musik yang kerap mengagungkan masa muda.
Dalam wawancara dengan BBC, Bedingfield mengungkapkan bahwa setiap konser selalu menghadirkan dinamika berbeda. Ia mendapat energi dari interaksi dengan penonton, termasuk saat membawakan lagu cover yang unik. โSaya seorang introvert, tetapi di panggung saya bisa jauh lebih ekspresif dan segalanya terasa lebih besar,โ ujarnya. Pernyataan ini kontras dengan citra dirinya di luar panggung yang cenderung pendiam.
Fenomena ini menarik diamati di tengah industri musik Indonesia, di mana banyak musisi senior justru memilih pensiun dini atau vakum. Bedingfield membuktikan bahwa pengalaman justru menjadi aset berharga. Ia mengaku kini menjadi penyanyi yang lebih baik secara teknis, dan rasa percaya diri itu lahir dari ribuan jam terbang di panggung.
Lagu Unwritten, yang dirilis sebagai singel ketiga pada 2004, kembali meledak popularitasnya berkat platform TikTok dan kemunculannya di film Anyone but You. Bagi Bedingfield, lagu itu adalah representasi sempurna dari apa yang ingin ia berikan kepada penonton: pengalaman melepas hambatan dan menyembuhkan inner child. โMereka ingin merasa seperti anak kecil yang sembuh,โ katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Bedingfield juga akan menjadi bagian dari Halo Festival, sebuah festival satu hari perdana di Trinity Park, Ipswich. Ia menyadari bahwa menjadi pengisi pertama di festival baru membawa tanggung jawab besar. โKami belum tahu seperti apa budaya festival ini nantinya. Penontonlah yang akan menentukan,โ jelasnya. Ia mengibaratkan situasi itu dengan lirik Unwritten yang berbicara tentang halaman kosong yang bisa ditulis sendiri.
Menariknya, lagu Unwritten lahir dari puisi yang kemudian digarap bersama Danielle Brisebois, mantan aktor cilik dan personel New Radicals. Bedingfield mengaku terinspirasi oleh masa India The Beatles saat menulis bagian verse. โSetiap anak adalah halaman kosong yang bisa menulis masa depannya sendiri,โ kenangnya kepada The Guardian.
Fenomena kebangkitan lagu lawas di era digital seperti yang dialami Bedingfield juga terjadi di Indonesia. Beberapa musisi era 2000-an seperti Peterpan atau Sheila on 7 kerap mengalami lonjakan popularitas berkat platform digital. Namun, tidak semua mampu mempertahankan kualitas vokal seperti yang dilakukan Bedingfield. Pertanyaannya, apakah musisi Indonesia siap mengikuti jejaknya dengan terus mengasah kemampuan di usia senja?



